4 Faktor Pemicu Banjir Manado, Cuaca Ekstrem hingga Labilitas Atmosfer

Kompas.com - 24/01/2021, 10:00 WIB
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado melaporkan hujan sebagai salah satu pemicu terjadinya bencana tersebut. Dok. BNPBBadan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado melaporkan hujan sebagai salah satu pemicu terjadinya bencana tersebut.

KOMPAS.com - Banjir bandang dan tanah longsor terjadi di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, pada Jumat (22/1/2021).

Saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (23/1/2021), Humas Badan SAR Nasional (Basarnas) Manado, Feri mengatakan bahwa bencana banjir ini mengakibatkan dua orang meninggal dunia, 1 orang masih dalam pencarian, dan 51 warga terdampak telah dievakuasi.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengatakan, berdasar laporan BPBD Kota Manado, hujan dengan intensitas tinggi memicu debit air di daerah aliran sungai (DAS) Sawangan dan Tondano meluap. 

"Berdasarkan data BPBD setempat pada pukul 21.00 WIB, delapan kecamatan di Kota Manado terdampak banjir," ujarnya sebagaimana dalam rilis yang diterima Kompas.com, Jumat (22/1/2021) malam.

Baca juga: Dampak Awan Cumulonimbus, Bisa Picu Puting Beliung hingga Banjir Bandang 

Kedelapan kecamatan yang terdampak tersebut yakni Kecamatan Malalayang, Wanea, Sario, Paal Dua, Pikkala, Wenang, Tuminting, dan Singkil.

Untuk diketahui, sebelumnya banjir dan tanah longsor juga sempat melanda Kota Manado pada Minggu (17/1/2021) yang mengakibatkan 6 orang tewas dan 500 jiwa mengungsi.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG), bencana hidremeteorologi berupa banjir bandang dan tanah longsor itu disebabkan oleh 4 faktor pemicu.

4 faktor pemicu banjir Manado.

1. Cuaca ekstrem

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Sam Ratulangi Manado, Rio Marthadi SSi dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa pada tanggal 22 Januari 2021 telah terjadi cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang yang berdampak banjir dan tanah longsor di sebagian besar wilayah Kota Manado dan sebagian Wilayah Minahasa.

Curah hujan dengan intensitas lebat tercatat di Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado pada tanggal 22 Januari 2021 65 mm.

Berikutnya, curah hujan intensitas ekstrem di Stasiun Geofisika Manado yang terletak di Kecamatan Winangun I sebesar 258.6 mm, Pos hujan Bailang sebesar 187.0 mm dan Pos hujan Paal 4 sebesar 259.5mm.

Diingatkan Rio, pada periode Januari- Februari diprakirakan hujan untuk wilayah Sulawesi Utara secara umum masih dikategorikan kategori menengah hingga tinggi (50mm-200mm/dasarian atau per minggu).

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X