Keempat Kalinya dalam 42 Tahun, Salju Turun di Sahara

Kompas.com - 23/01/2021, 20:25 WIB
Hamparan salju di bukit pasir di Gurun Sahara. live scienceHamparan salju di bukit pasir di Gurun Sahara.

KOMPAS.com - Sahara merupakan gurun yang terkenal tak ramah bagi kehidupan. Kering, gersang, dan panas.

Meski sesekali hujan dan terkadang dihiasi oasis hijau, kesempatan itu sangat jarang ditemui.

Namun beberapa saat yang lalu, fenomena langka terjadi di wilayah tersebut.

Seperti dikutip dari IFL Science, Sabtu (23/1/2021) seorang fotografer lokal, Karim Bouchetata mengabadikan salju di gurun Sahara.

Baca juga: Tak Ada Hutan di Gurun Pasir, Kenapa Gurun Sahara Punya Jutaan Pohon?

Dalam cuitannya di media sosial, ia membagikan gambar gurun Sahara yang berselimut salju. Gambar tersebut ia bagikan Minggu (17/1/2021).

Bouchetata sendiri melihat salju tersebut di bukit pasir tepat di luar kota Ain Sefra di Aljazair barat laut. Ain Sefra sendiri berada sekitar 1000 meter di atas permukaan laut yang dikelilingi oleh Pegunungan Atlas, dekat perbatasan Aljazair-Maroko.

Fotografer Karim Bouchetata sedang mengabadikan salju di Gurun Sahara. 
live science Fotografer Karim Bouchetata sedang mengabadikan salju di Gurun Sahara.

Kejadian langka tersebut merupakan keempat kalinya yang terjadi dalam 42 tahun terakhir. Kejadian sebelumnya terjadi pada 1979, 2016, dan 2018.

Namun kali ini salju yang turun di Sahara tak seberapa dibandingkan dengan hujan salju yang terjadi pada Desember 2016 atau Januari 2018.

Saat itu, dilaporkan tumpukan salju, bahkan mencapai kedalaman hingga 40,6 sentimeter di beberapa tempat.

Baca juga: Gurun Sahara Pernah Hijau, Bisakah Surga Itu Kembali Lagi?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kotoran Telinga Tersumbat, Kenali Gejala, Penyebab hingga Penanganannya

Kotoran Telinga Tersumbat, Kenali Gejala, Penyebab hingga Penanganannya

Kita
Situs Prasejarah Maros Pangkep, Ada Gambar Cadas Theriantropik Tertua di Dunia

Situs Prasejarah Maros Pangkep, Ada Gambar Cadas Theriantropik Tertua di Dunia

Fenomena
Mutasi Genetik Ini Penyebab Ada Orang yang Tahan Suhu Dingin

Mutasi Genetik Ini Penyebab Ada Orang yang Tahan Suhu Dingin

Oh Begitu
Penyebab dan Cara Mengatasi Cedera Olahraga Saat Pandemi Covid-19

Penyebab dan Cara Mengatasi Cedera Olahraga Saat Pandemi Covid-19

Kita
Fakta Gempa Bumi Halmahera Selatan, Dipicu Aktivitas Sesar dan Merusak

Fakta Gempa Bumi Halmahera Selatan, Dipicu Aktivitas Sesar dan Merusak

Fenomena
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi Bisa Capai 6 Meter

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi Bisa Capai 6 Meter

Fenomena
Dikira Punah, Lebah Langka Australia Ditemukan Lagi Setelah 100 Tahun

Dikira Punah, Lebah Langka Australia Ditemukan Lagi Setelah 100 Tahun

Oh Begitu
Netizen Indonesia Paling Tidak Sopan se-Asia Tenggara, Pengamat Sebut Ada 3 Faktor Penyebab

Netizen Indonesia Paling Tidak Sopan se-Asia Tenggara, Pengamat Sebut Ada 3 Faktor Penyebab

Oh Begitu
WHO Bisa Saja Cabut Status Pandemi Lebih Cepat di Negara Ini, Asalkan

WHO Bisa Saja Cabut Status Pandemi Lebih Cepat di Negara Ini, Asalkan

Oh Begitu
Gempa Hari Ini: Dipicu Aktivitas Sesar, Lindu M 5,2 Guncang Halmahera Selatan

Gempa Hari Ini: Dipicu Aktivitas Sesar, Lindu M 5,2 Guncang Halmahera Selatan

Fenomena
Hanya 5 Provinsi yang Bisa Selesai Vaksinasi Covid-19 dalam Setahun

Hanya 5 Provinsi yang Bisa Selesai Vaksinasi Covid-19 dalam Setahun

Kita
Mengubah Paradigma Rehabilitasi Lahan di Indonesia

Mengubah Paradigma Rehabilitasi Lahan di Indonesia

Oh Begitu
Membayangkan Akhir Pandemi Virus Corona Covid-19 yang Lebih Realistis

Membayangkan Akhir Pandemi Virus Corona Covid-19 yang Lebih Realistis

Oh Begitu
Mengapa Gurun Sahara Sangat Dingin di Malam Hari?

Mengapa Gurun Sahara Sangat Dingin di Malam Hari?

Fenomena
3 Situs Arkeologi Bisa Dijelajah Secara Virtual, Dari Maros Pangkep hingga Gua Harimau

3 Situs Arkeologi Bisa Dijelajah Secara Virtual, Dari Maros Pangkep hingga Gua Harimau

Fenomena
komentar
Close Ads X