3 Cara Mengatasi Hipertensi untuk Mencegah Kematian Dini

Kompas.com - 23/01/2021, 16:05 WIB
Ilustrasi hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat memicu gagal jantung. SHUTTERSTOCK/Shine NuchaIlustrasi hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat memicu gagal jantung.

KOMPAS.com - Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering disebut sebagai silent killer. Karena, seringkali penyakit tekanan darah tinggi tak menimbulkan gejala.

Meskipun tidak menimbulkan gejala, hipertensi bisa menyebabkan komplikasi kesehatan, seperti stroke, penyakit jantung, gagal ginjal, hingga kematian.

Namun sebenarnya, hampir semua kematian, penyakit, dan kecacatan yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi dapat dicegah.

Baca juga: Hipertensi dan Diabetes Terbukti Dapat Mengubah Struktur Otak

The Surgeon General’s Call To Action To Control Hypertension mencatat, hanya 1 dari 4 orang dengan tekanan darah tinggi yang dapat mengendalikannya.

Menurut R. Todd Hurst, MD, FACC, FASE, spesialis jantung dari Pusat Kesehatan Jantung Banner – University Medicine Heart Institute, ada tiga hal terpenting yang harus diketahui untuk menurunkan tekanan darah, yang selanjutnya bisa menyelamatkan nyawa.

1. Ketahui tekanan darah Anda

Jika memungkinkan, periksa secara rutin tekanan darah Anda di rumah. Banyak alat pengukur tekanan darah atau tensi meter dengan harga terjangkau.

Secara teratur periksa tekanan darah Anda di rumah. Sangat penting untuk duduk tenang selama 5 menit sebelum melakukannya.

“Jika sudah terbiasa, ini akan membuat Anda menjadi ahli mengukur tekanan darah Anda sendiri, yang nantinya catatatn tekanan darah Anda bisa membantu memandu dokter Anda dalam pilihan pengobatan terbaik,” kata Hurst.

Bicarakan dengan dokter Anda, seberapa sering harus memeriksa tekanan darah Anda dan kapan waktu terbaik untuk memeriksanya.

2. Obati penyebab hipertensi

Jika keran air dapur Anda terus menyala dan menyebabkan air menggenang, maka hal pertama yang akan dilakukan adalah mematikan keran.

Logika yang sama berlaku untuk perawatan hiertensi. Jika Anda mengetahui penyebabnya, pengobatan terbaik adalah menghilangkan penyebabnya.

Hurst menyebutkan enam penyebab umum hipertensi, yaitu:

- Terlalu banyak duduk, minim aktivitas. Padahal sebenarnya, tingkat aktivitas yang sederhana dapat menurunkan tekanan darah Anda dan meminimalkan pengobatan.

- Terlalu banyak makan makanan olahan. Terutama makanan olahan yang tinggi natrium.

- Berada pada berat badan yang tidak sehat. Kehilangan 5% -10% dari berat badan Anda dapat menurunkan tekanan darah Anda lebih dari obat apa pun.

- Alkohol berlebih. Minul alkohol lebih dari segelas sehari dapat meningkatkan tekanan darah Anda.

- Gangguan tidur atau sleep apnea yang tidak diobati. Para ahli memperkirakan 30% -50% orang dengan tekanan darah tinggi mengalami sleep apnea dan sebagian besar tidak diobati.

Jika Anda mendengkur, bangun dengan perasaan lelah, atau pasangan Anda memperhatikan bahwa Anda berhenti bernapas secara berkala saat tidur, segera tanyakan kepada dokter Anda apakah harus memeriksakan kemungkinan sleep apnea.

- Aldosteronisme primer - Ini adalah masalah hormon yang dulunya dianggap sangat jarang, tetapi penelitian terbaru menunjukkan bahwa hal itu relatif umum.

Jika tekanan darah Anda tidak terkontrol dengan baik pada beberapa obat, tanyakan kepada dokter apakah kadar aldosteron tinggi bisa menjadi penyebabnya.
Bicarakan pada dokter Anda, tentang apa yang mungkin menyebabkan tekanan darah tinggi Anda.

Genetika memang sangat berperan dalam penyakit hipertensi, tetapi para ahli memperkirakan setengah atau lebih tekanan darah tinggi disebabkan oleh faktor-faktor yang dapat kita kendalikan.

Baca juga: Cegah Kematian, Ini Daftar Obat dan Cara Mengendalikan Hipertensi

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber WebMD
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X