[POPULER SAINS] Testing Covid-19 Indonesia Salah | Terinfeksi Covid-19 Usai Vaksin | Semut TV Bukti Big Bang

Kompas.com - 24/01/2021, 09:00 WIB
Relawan mengikuti tes swab antigen di Posko dukungan penanganan COVID-19 BPBD DIY di Semaki, Yogyakarta, Minggu (3/1/2020). Tim Reaksi Cepat BPBD DIY melakukan penambahan personil relawan untuk mengoptimalkan dukungan penanganan pandemi COVID-19 di Yogyakarta khususnya proses pemakaman dan dekontaminasi. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah.
         ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah Relawan mengikuti tes swab antigen di Posko dukungan penanganan COVID-19 BPBD DIY di Semaki, Yogyakarta, Minggu (3/1/2020). Tim Reaksi Cepat BPBD DIY melakukan penambahan personil relawan untuk mengoptimalkan dukungan penanganan pandemi COVID-19 di Yogyakarta khususnya proses pemakaman dan dekontaminasi. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah.

KOMPAS.com - Pada Jumat (22/1/2021) hingga Sabtu (23/1/2021), ada beberapa berita populer Sains.

Pertama soal ungkapan Menkes Budi Gunadi Sadikin yang menyebut sistem pemeriksaan (testing) Covid-19 di Indonesia salah secara epidemiolog. Apa maksudnya ungkapan Budi dijelaskan langsung oleh pakar epidemiologi.

Kemudian soal Bupati Sleman yang positif Covid-19 usai divaksin pun banyak mendapat perhatian. Dalam hal ini, pakar angkat bicara dan menjelaskan mengapa hal ini masuk akal terjadi.

Terakhir, Lapan menjelaskan bahwa pola semut acak di televisi analog dan bunyi bising kresek-kresek di radio adalah bukti keberadaan Big Bang.

Baca juga: [POPULER SAINS] Fosil Dinosaurus Raksasa Ditemukan | Waterspot Fenomena Langka | Waspada Gelombang Tinggi

Berikut penjelasan ilmiah tentang apa yang ada di sekitar kita dan layak dibaca.

1. Testing Covid-19 di Indonesia salah

Menteri Kesehatan ( Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, sistem pemeriksaan ( testing) Covid-19 di Indonesia salah secara epidemiologi.

Hal itu berpengaruh terhadap jumlah kasus Covid-19 yang terus bertambah, meski jumlah testing disebut sudah melampaui target WHO.

"Testing, tracing, dan treatment ( 3T) serta isolasi bagaikan menambal ban bocor. Tapi kita kan tidak disiplin. Cara testing-nya kita salah," ujar Budi dikutip dari acara "Vaksin dan Kita" yang diselenggarakan Komite Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Daerah Jawa Barat, yang ditayangkan kanal YouTube PRMN SuCi, Jumat (22/1/2021).

Menanggapi pernyataan tersebut, Epidemiolog Indonesia di Griffith University Australia, Dicky Budiman mengatakan, bahwa apa yang disampaikan oleh Menkes Budi Gunadi Sadikin tersebut benar.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X