Peneliti Ungkap Kromoson Y pada Pria Tak Hanya Mengatur Fungsi Seksual

Kompas.com - 29/09/2020, 12:05 WIB
Ilustrasi kromosom Y ThinkincIlustrasi kromosom Y

KOMPAS.com - Pria memiliki kromosom Y dalam tubuhnya, yang selama ini diketahui untuk mengontrol fungsi organ seksual dan karakteristik lain yang berhubungan dengan seks.

Namun, sebuah studi baru yang telah dipublikasikan di jurnal Scientific Reports menunjukkan, bahwa kromosom Y pada pria, kemungkinan memiliki peran yang lebih luas dalam anatomi pria dengan proses seluler yang tak terhitung jumlahnya di seluruh tubuh.

Dilansir IFL Science (28/9/2020), penulis penelitian mengatakan bahwa kromosom Y mungkin menjadi jawaban atas beberapa perbedaan biologis yang selama ini belum dapat dijelaskan antara pria dan wanita, seperti mengapa penyakit tertentu cenderung lebih parah pada satu jenis kelamin dibanding yang lain.

Baca juga: Kali Pertama, Ilmuwan Urutkan Kromosom Manusia Secara Utuh

Dengan pengecualian sperma dan ovum, setiap sel manusia mengandung 23 pasang kromosom, yang secara kolektif menyimpan keseluruhan DNA seseorang.

Ini termasuk sepasang kromosom seks, yang terdiri dari dua kromosom X pada wanita, serta satu kromosom X dan satu kromosom Y pada pria.

Terlepas dari kenyataan bahwa gen yang terkandung dalam kromosom Y ada di semua sel dalam tubuh pria, peran yang dimainkannya di luar organ seksual hingga saat ini masih kurang dipahami.

Untuk menyelidiki, penulis studi memodifikasi tikus jantan secara genetik sehingga kekurangan salah satu gen pada kromosom Y mereka dan mengamati efeknya pada fungsi sel di seluruh tubuh mereka.

Apa yang mereka perhatikan adalah perubahan mencolok dalam aktivitas seluler di jaringan jantung hewan pengerat, yang mengakibatkan perubahan signifikan pada fungsi jantung dan kesehatan.

Baca juga: Peneliti Temukan Gen di Otak yang Memengaruhi Libido Pria

Misalnya, protein yang terlibat dalam pemeliharaan membran di sekitar struktur seperti mitokondria - yang menghasilkan energi untuk digunakan oleh sel - diubah di dalam jantung sebagai akibat dari penyesuaian pada kromosom Y hewan ini.

Kemampuan sel jantung untuk merespons asam lemak juga dipengaruhi oleh penyesuaian ini, yang menunjukkan bahwa gen pada kromosom Y mungkin memainkan peran penting dalam penyakit jantung pada pria.

“Penemuan kami memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana gen laki-laki pada kromosom Y memungkinkan sel laki-laki berfungsi berbeda dari sel perempuan,” jelas penulis studi Christian Deschepper dalam sebuah pernyataan.

“Di masa mendatang, hasil ini dapat membantu menjelaskan mengapa beberapa penyakit terjadi secara berbeda pada pria dan wanita.”

Baca juga: Pakai Sinyal Kimia, Begini Cara Sel Telur Pilih Sperma Terbaik Pria



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X