CDC Memperkirakan, 40 Persen Pasien Covid-19 Tidak Menunjukkan Gejala

Kompas.com - 14/07/2020, 11:27 WIB
Pasien orang tanpa gejala (OTG) dan pasien reaktif hasil rapid test Covid-19 melakukan senam pagi bersama relawan dan tenaga medis di Rumah Singgah Karantina Covid-19, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (27/5/2020). Rumah Singgah Karantina Covid-19 ini merawat 33 pasien OTG Covid-19  dan 12 orang reaktif hasil rapid test. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPasien orang tanpa gejala (OTG) dan pasien reaktif hasil rapid test Covid-19 melakukan senam pagi bersama relawan dan tenaga medis di Rumah Singgah Karantina Covid-19, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (27/5/2020). Rumah Singgah Karantina Covid-19 ini merawat 33 pasien OTG Covid-19 dan 12 orang reaktif hasil rapid test.

KOMPAS.com - Panduan terbaru yang dibuat Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit ( CDC) AS memperkirakan, 40 persen orang yang terinfeksi virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 tidak menunjukkan gejala.

Selain itu, penularan dari orang tanpa gejala ( OTG) adalah 75 persen.

Dalam panduan terbaru, CDC memperluas estimasi OTG berdasarkan data dari akhir bulan Juni.

Pada akhir Mei, estimasi orang tanpa gejala diperkirakan 35 persen. Namun pada akhir Juni, ada kenaikan 5 persen menjadi 40 persen.

Baca juga: Penyebab Orang Tanpa Gejala Covid-19, Ilmuwan Ungkap Partikel Cacat Virus Corona

CDC sebelumnya memperkirakan bahwa penularan virus dari orang tanpa gejala adalah 100 persen.

Dilansir Science Alert, Senin (13/7/2020), dalam laporan terbaru ini, CDC memasukkan rasio fatalitas infeksi atau Infection Fatality Ratio yang menghitung kematian dalam kasus-kasus simptomatik dan asimptomatik (tanpa gejala) agar dapat mengetahui keparahan Covid-19 secara akurat.

Hasilnya, CDC memperkirakan bahwa 0,65 persen orang yang terinfeksi Covid-19 memiliki risiko kematian.

Karena ada peningkatan signifikan dalam angka kasus yang dikonfirmasi dan harus menjalani rawat inap di sejumlah negara, agensi-agensi top seperti CDC dan Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) merilis informasi terbaru tentang penularan virus.

WHO menambahkan kekhawatiran tentang seberapa mudah virus dapat menular.

Pada Kamis, 9 Juli 2020, WHO secara resmi menyatakan untuk pertama kalinya bahwa virus corona jenis SARS-CoV-2 dapat ditularkan melalui aerosol, yakni tetesan pernapasan sangat kecil yang bisa melayang di udara dan bertahan sampai 3 jam.

Halaman:
Baca tentang

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X