Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 14/07/2020, 07:02 WIB

KOMPAS.com - Tanaman berbunga (angiosperma) tidak serta muncul dan tumbuh begitu saja di Bumi. Miliaran tahun yang lalu, mereka sama sekali tidak ada.

Bagaimana awal mula penyebarannya hingga memenuhi seluruh muka Bumi pun telah menjadi misteri bagi para ilmuwan.

Kini, sekelompok ilmuwan berhasil memetakan bagaimana asal-usul, lokasi, dan juga waktu evolusi tanaman tersebut.

Dalam studi yang terbit di Nature Ecology & Evolution, peneliti menggunakan catatan fosil angiosperma dengan sebanyak 238, data serta menerjemahkan dokumen dari berbagai bahasa.

Baca juga: Bantu Penyerbukan Bunga, Ini Peran Penting Ngengat di Malam Hari

"Fosil adalah bagian paling penting dari bukti yang diperlukan untuk memahami pertanyaan evolusi angiosperma," papar ahli biologi evolusi Hervé Sauquet, dari the University of New South Wales seperti dikutip dari Science Alert, Senin (13/7/2020).

Selain mengumpulkan ratusan catatan fosil, tim juga membandingkan fosil dengan lebih dari 16 juta titik data geografis. Ini untuk menunjukkan di mana lokasi tanaman bunga tumbuh.

Dengan cara tersebut, peneliti pun dapat mengkonfirmasi bahwa angiosperma berasal dari lingkungan tropis.

Selain itu, ahli biologi juga mengungkap bagaimana pengingkatan angiosperma yang cepat terjadi selama 140 juta tahun terakhir.

Dalam kurun waktu tersebut tanaman berbunga menghasilkan 300.000 spesies yang kita kenal saat ini.

Taman Bunga Celosia Ragil Kuning, Simo, BoyolaliKompas.com/Anggara Wikan Prasetya Taman Bunga Celosia Ragil Kuning, Simo, Boyolali

Baca juga: Sejak 70.000 Tahun Lalu, Neanderthal Taburi Bunga di Ritual Pemakaman

Memahami asal usul dan proses evolusi tumbuhan berbunga menjadi sesuatu hal yang penting mengingat tumbuhan berbunga merupakan sumbur makanan utama bagi sebagian besar organisme di darat termasuk manusia.

Di samping itu juga, mempelajari tumbuhan berbungan akan membantu pelestarian ratusan spesies tanaman ini di masa depan.

Sebab keberlangsungan hidup tanaman akan berpengaruh bagi umat manusia.

Sebaliknya pula, kematian atau kepunahan tanaman bunga juga akan membawa imbas pada kita.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+