WHO Ungkap Virus Corona Menyebar di Udara, Berikut Bukti Penelitiannya

Kompas.com - 10/07/2020, 14:15 WIB
Orang-orang duduk di kafe teras Paris pada Selasa (2/6/2020), karena kafe dan restoran tidak diizinkan melayani pelanggan di dalam ruangan.  Presiden Perancis Emmanuel Macron pada Minggu (14/6/2020) mengumumkan Paris termasuk zona hijau virus corona, sehingga kafe-kafe dan restoran diizinkan buka lagi sepenuhnya. AP/CHRISTOPHE ENAOrang-orang duduk di kafe teras Paris pada Selasa (2/6/2020), karena kafe dan restoran tidak diizinkan melayani pelanggan di dalam ruangan. Presiden Perancis Emmanuel Macron pada Minggu (14/6/2020) mengumumkan Paris termasuk zona hijau virus corona, sehingga kafe-kafe dan restoran diizinkan buka lagi sepenuhnya.

KOMPAS.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi virus corona jenis SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 dapat menyebar di udara atau airborne.

Hal ini diungkap WHO dalam ringkasan ilmiah berisi 10 halaman yang diunggah pada Kamis (9/7/2020) dan dapat dibaca di sini.

Ringkasan tersebut merangkum berbagai cara penularan virus corona jenis SARS-CoV-2 penyebab Covid-19, termasuk penularan airborne.

Apa yang dimaksud penularan melalui udara atau airborne?

Baca juga: Pernyataan Resmi WHO, Virus Corona Menyebar di Udara dan Menular

Penularan melalui udara didefinisikan sebagai penyebaran agen penularan yang disebabkan oleh tetesan nukleus ( aerosol).

Aerosol adalah tetesan pernafasan yang sangat kecil sehingga dapat menempel di udara selama beberapa jam dan dalam jarak jauh.

Penularan SARS-CoV-2 melalui udara dapat terjadi ketika petugas medis melakukan prosedur seperti memasukkan tabung pernapasan ke pasien.

Namun dalam pernyataan terbaru WHO, penularan di udara juga dapat terjadi di dalam ruangan tertutup yang dipadati banyak orang dan memiliki ventilasi buruk.

"WHO bersama dengan komunitas ilmiah secara aktif mendiskusikan dan mengevaluasi bagaimana SARS-CoV-2 dapat menyebar melalui aerosol, terutama di dalam ruangan dengan ventilasi buruk," tulis WHO dalam rilis terbaru yang terbit kemarin.

Perhitungan fisika dari udara yang dihembuskan dan aliran udara di dalam ruangan menghasilkan hipotesis tentang kemungkinan mekanisme transmisi SARS-CoV-2 melalui aerosol.

Halaman:

Sumber WHO
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X