Setengah Tahun Pandemi Covid-19, Apa Saja yang Sudah Kita Ketahui?

Kompas.com - 01/07/2020, 17:00 WIB
Foto udara bayangan salib di pemakaman Parque Taruma, di tengah penyebaran penyakit virus korona (COVID-19) di Manaus, Brazil, Senin (15/6/2020). Foto diambil dengan drone. ANTARA FOTO/REUTERS/BRUNO KELLYFoto udara bayangan salib di pemakaman Parque Taruma, di tengah penyebaran penyakit virus korona (COVID-19) di Manaus, Brazil, Senin (15/6/2020). Foto diambil dengan drone.

KOMPAS.com - 31 Desember 2019. Kasus pneumonia yang terjadi di Wuhan, China, pertama kali dilaporkan ke WHO.

Artinya sudah enam bulan kita berperang dengan virus corona baru SARS-CoV-2, yang melompat dari hewan ke manusia, hingga akhirnya menyebar ke seluruh dunia seperti api.

SARS-CoV-2 menyelimuti semua benua kecuali Antartika.

Virus yang bertanggung jawab atas pandemi Covid-19, hingga 1 Juli 2020 pagi telah menginfeksi lebih dari 10,5 juta orang dan menewaskan lebih dari 513.000 jiwa.

Baca juga: Peneliti Oxford: Obat HIV Tak Efektif untuk Mengobati Corona Covid-19

Saat virus menyebar, petugas kesehatan dengan alat pelindung diri (APD) harus siap merawat pasien yang membanjiri rumah sakit.

Mari kita melihat lagi apa yang telah diketahui tentang virus corona baru, SARS-CoV-2, dan yang dapat kita lakukan dalam enam bulan ke depan.

Satu per satu negara melakukan lockdown untuk mencegah penyebaran virus corona. Alhasil, kebijakan ini membuat perekonomian turun, banyak orang kehilangan pekerjaan, banyak orang mengalami gangguan kesehatan mental karena kesepian dan isolasi.

Masker menjadi barang wajib yang harus dikenakan saat keluar rumah.

Karena pandemi ini, umat manusia mempelajari tentang jarak sosial sebagai upaya meratakan kurva.

Para ilmuwan lembur untuk mempelajari Covid-19

Virus corona baru memicu upaya global yang belum pernah terjadi sebelumnya, yakni menemukan vaksin dan pengobatan dalam waktu cepat.

"Dalam enam bulan terakhir, ada kemajuan ilmiah yang luar biasa. Setidaknya ahli dapat mengurutkan virus dengan sangat cepat, hanya 12 hari setelah wabah dilaporkan ke Centers for Disease Control and Prevention (CDC) China," kata George Rutherford, profesor epidemiologi dan biostatistik di Universitas of California, San Fransisco, dilansir Live Science, Rabu (1/7/2020).

Ini berarti, hanya dalam hitungan hari para ilmuwan mengetahui bahwa virus SARS-CoV-2 terdiri dari RNA dan urutannya terdiri dari 29.900 huruf yang seperti seutas manik-manik.

Ilustrasi 3D virus corona yang menyebabkan Covid-19SHUTTERSTOCK/CORONA BOREALIS STUDIO Ilustrasi 3D virus corona yang menyebabkan Covid-19

Pada Februari, para ilmuwan menemukan struktur "protein lonjakan" atau spike proteins yang digunakan virus untuk menyerang sel manusia.

Spike protein ini membuka reseptor atau "pintu" ke dalam sel yang disebut ACE2.

Halaman:
Baca tentang

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X