Peneliti Oxford: Obat HIV Tak Efektif untuk Mengobati Corona Covid-19

Kompas.com - 01/07/2020, 07:03 WIB
Ilustrasi obat HIV AIDS untuk pasien terinfeksi virus corona. (Shutterstock) ShutterstockIlustrasi obat HIV AIDS untuk pasien terinfeksi virus corona. (Shutterstock)

KOMPAS.com - Para peneliti di University of Oxford, mengumumkan kombinasi obat anti-virus HIV tidak menunjukkan potensi penyembuhan untuk pasien Covid-19.

Kombinasi obat itu, terdiri dari lopinavir dan ritonavir (dengan nama dagang kaletra) yang biasanya digunakan untuk mengobati HIV.

“Hasil dari percobaan ini, bersama dengan percobaan besar acak lainnya harus diperhitungkan ke dalam panduan terbaru sehubungan bagaimana pasien harus diobati,” demikian kata Martin Landray, deputi kepala peneliti percobaan ini pada Senin (29/6/2020).

Lopinavir-ritonavir tidak memitigasi laju kematian jangka pendek, memperpendek waktu perawatan pasien di rumah sakit, atau menghambat laju penyakit.

Baca juga: Jangan Asal Konsumsi, Begini Cara Aman Pilih Obat Tradisional

Hasil ini diterbitkan sebagai bagian dari percobaan RECOVERY Oxford, sebuah percobaan besar secara acak melibatkan lebih dari 11.800 pasien dari seluruh Inggris yang melakukan evaluasi terhadap sejumlah pengobatan Covid-19 yang diusulkan.

Total ada 1.596 pasien yang diobati dengan kombinasi lopinavir-ritonavir, dan 3.376 pasien yang diberi pengobatan biasa.

Mereka mengumumkan hasil ini setelah dikaji oleh sebuah komite independen.

Percobaan ini mengonfirmasi sebuah studi lebih kecil yang diterbitkan di dalam the New England Journal of Medicine edisi Maret, yang juga menyimpulkan bahwa lopinavir-ritonavir tidak membantu penyembuhan pasien Covid-19.

Pada awal Juni, Oxford menerbitkan hasil percobaan yang menunjukkan bahwa obat antimalaria hidroksiklorokuin tidak efektif sebagai pengobatan Covid-19.

Presiden AS Donald Trump adalah seorang tokoh yang menganjurkan penggunaan obat itu, dan malahan pada Mei mengatakan, dia minum obat itu sebagai langkah pencegahan Covid-19.

Milken Institute memperkirakan saat ini terdapat hampir 260 cara pengobatan dan lebih dari 170 vaksin yang sedang dikembangkan.

Baca juga: Badan POM: Dexamethasone Obat Keras, Tidak Dapat Digunakan untuk Mencegah Covid-19

Belum ada pengobatan atau vaksin yang disetujui, meskipun China pada Minggu (28/6/2020) mengumumkan telah memberi persetujuan pada sebuah kandidat vaksin yang akan digunakan oleh pihak militer.

Hingga saat ini, cara yang bisa kita lakukan untuk mencegah penularan Covid-19 adalah dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), cuci tangan dengan sabun, menggunakan masker, dan sebisa mungkin berada di rumah.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber VOA News
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X