Tanggapan Ahli UI Soal Prediksi Corona di Indonesia Berakhir Juni

Kompas.com - 28/04/2020, 19:00 WIB
Pejalan kaki melintas di trotoar Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (7/4/2020). Pemerintah telah resmi menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta dalam rangka percepatan penanganan COVID-19. ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAYPejalan kaki melintas di trotoar Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (7/4/2020). Pemerintah telah resmi menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta dalam rangka percepatan penanganan COVID-19.

Oleh sebab itu, pemberlakuan PSBB sebaiknya dilakukan di seluruh wilayah Indonesia tanpa kecuali, mengingat penyebaran Covid-19 ini juga sudah merata di Tanah Air.

Doni Monardo pun mengatakan, penyebaran virus corona di DKI Jakarta semakin mengalami perlambatan dari waktu ke waktu setelah PSBB diterapkan.

"Kami jelaskan juga khusus DKI, perkembangan yang terakhir kasus positif telah mengalami perlambatan yang sangat pesat," kata Doni seusai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo, kemarin.

"Saat ini sudah mengalami flat dan kita berdoa semoga tidak terlalu banyak lagi kasus positif yang terjadi," lanjut dia.

Doni menyatakan, perlambatan penularan di DKI terjadi karena penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) telah berjalan dengan baik.

Dengan PSBB, maka kegiatan masyarakat yang berpotensi menularkan virus dibatasi.

Dikatakan Pandu, jika PSBB diakui dapat memutus mata rantai penyebaran virus, maka hal ini harus dilakukan di daerah-daerah lain di seluruh Indonesia. Tujuannya untuk mencapai target, bulan Juni pandemi Covid-19 di Indonesia benar-benar berakhir.

Baca juga: Cegah Virus Corona, Ini Bahan Kain Terbaik untuk Membuat Masker

Selain PSBB, tes masif juga harus dilakukan di seluruh lapisan masyarakat untuk mengetahui pasti berapa orang yang terinfeksi Covid-19 dan ada upaya penanganan untuk pasien positif.

"Janji gugus tugas itu harus ditepati, agar target tercapai," ungkap Pandu.

Menurut data Worldmeters, jumlah tes yang dilakukan Indonesia hingga hari ini masih sangat kecil.

Total baru 75.157 tes yang dilakukan, atau hanya 275 per satu juta penduduk yang melakukan tes.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X