Studi Buktikan, Gerakan Shalat Bantu Kurangi Sakit Punggung

Kompas.com - 28/04/2020, 17:03 WIB
Ilustrasi shalat, shalat tarawih ShutterstockIlustrasi shalat, shalat tarawih

KOMPAS.com – Sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti di Binghamton University, New York, membuktikan bahwa gerakan shalat bermanfaat untuk tubuh.

Studi yang dilakukan pada 2017 ini membuktikan gerakan fisik dalam ritual shalat bisa mengurangi sakit punggung bagian bawah, apabila dilakukan secara rutin dan benar.

“Gerakan ini mirip dengan yoga atau latihan terapi fisik yang biasa digunakan untuk penderita nyeri punggung,” tutur Kepala dari Systems Science and Industrial Engineering Department, Binghamton University, Prof Mohammad Khasawneh.

Baca juga: Kenapa Orang Islam Shalat Saat Gerhana?

Mengutip Science Daily, Selasa (28/4/2020), studi ini memang terbatas pada ibadah rutin umat Islam. Namun, ritual dengan gerakan serupa juga dilakukan oleh umat Kristen dan Yahudi.

“Kesehatan fisik dipengaruhi oleh faktor sosial ekonomi, gaya hidup, dan faktor agama. Penelitian mengindikasikan bahwa terdapat hubungan erat antara ritual ibadah dan kesadaran untuk menjaga kualitas gaya hidup yang baik,” tutur Khasawneh.

Berdoa terbukti dapat mengusir stres fisik dan kegelisahan. Selain bermanfaat langsung untuk tubuh, penelitian juga membuktikan bahwa shalat dapat menjadi perawatan klinis yang efektif untuk disfungsi saraf, otot, dan tulang (neuro-musculoskeletal).

Membungkuk (ruku) dan sujud

Dalam melakukan penelitian ini, para ilmuwan menganalisis statistik pergerakan orang India, Asia, Amerika, dan mereka yang mengalami sakit punggung.

Para responden menunjukkan bahwa gerakan membungkuk adalah yang paling menyakitkan untuk bagian punggung. Namun, bagi mereka yang mengalami nyeri punggung bagian bawah, gerakan ini justru mengurangi rasa sakitnya.

Sejumlah santri melakukan shalat tarawih di pondok pesantren (ponpes) Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (23/4/2020) malam. Salah satu ponpes terbesar se-Jawa Timur tersebut tetap menyelenggarakan shalat tarawih berjamaah di tengah pandemi COVID-19.ANTARA FOTO/PRASETIA FAUZANI Sejumlah santri melakukan shalat tarawih di pondok pesantren (ponpes) Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (23/4/2020) malam. Salah satu ponpes terbesar se-Jawa Timur tersebut tetap menyelenggarakan shalat tarawih berjamaah di tengah pandemi COVID-19.

“Kekuatan kompresi maksimum yang dilakukan selama beribadah jauh lebih rendah dibanding batas aman yang ditetapkan oleh National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH). Gerakan tersebut secara aman dianggap sebagai perawatan klinis untuk nyeri punggung bawah,” papar Khasawneh.

Sementara itu, gerakan sujud terbukti bisa menambah elastisitas persendian.

“Hal ini sangat direkomendasikan kepada seseorang yang ingin menghabiskan lebih banyak waktu untuk berlutut,” tambahnya.

Baca juga: Ini Cara Astronot Shalat dan Puasa Kala Matahari Terbit 16 Kali Sehari

Namun, ada dua hal yang harus diperhatikan untuk bisa mencapai tujuan berkurangnya rasa nyeri di punggung. Pertama, ibadah harus dilakukan secara rutin agar dampak gerakannya lebih terasa.

Kedua, gerakan shalat terutama ruku dan sujud harus dilakukan secara benar. Sebab, jika sudut yang dibuat oleh tubuh saat ruku dan sujud berlebihan, hal itu malah akan menambah rasa sakitnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X