Seperti Malioboro Mall, Berapa Lama Kontrak Kerja Sama Bangun Guna Serah?

Kompas.com - 15/09/2022, 12:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Malioboro Mall dan Hotel Ibis di Yogyakarta merupakan beberapa contoh proyek properti yang menerapkan skema kerja sama built, operate, transfer (BOT) atau Bangun Guna Serah (BGS).

Maksudnya developer menjalin kerja sama untuk melakukan pembangunan proyek properti menggunakan lahan milik Pemerintah Daerah (Pemda), yakni Pemprov Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Karena bersifat kerja sama, tentu skema BGS memiliki jangka waktu perjanjian. Apabila kontrak berakhir, lahan beserta bangunan akan kembali ke tangan pemerintah.

Sebagaimana merujuk Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah.

Di dalam Pasal 1 dijelaskan, Bangun Guna Serah adalah pemanfaatan Barang Milik Negara/Daerah (BMN/D) berupa tanah oleh pihak lain dengan cara mendirikan bangunan dan/atau sarana beserta fasilitasnya.

Kemudian didayagunakan oleh pihak lain tersebut dalam jangka waktu tertentu yang telah disepakati.

Selanjutnya tanah beserta bangunan dan/sarana serta fasilitasnya diserahkan kembali setelah berakhirnya jangka waktu.

Baca juga: Bisakah Aset BOT Malioboro Mall dan Hotel Ibis Diambil Alih? Begini Aturannya

Pada Pasal 36 dijelaskan bahwa jangka waktu pelaksanaan BGS paling lama 30 tahun sejak perjanjian ditandatangani. Isi perjanjiannya paling sedikit memuat:

  • Para pihak yang terikat dalam perjanjian;
  • Objek Bangun Guna Serah;
  • Jangka waktu pelaksanaan Bangun Guna Serah;
  • Jangka waktu pengoperasian hasil Bangun Guna Serah; dan
  • Hak dan kewajiban para pihak yang terikat dalam perjanjian.

Di sisi lain, menurut Wakil Ketua Umum Real Estat Indonesia (REI) Bambang Eka Jaya, jangka waktu perjanjian kerja sama BGS umumnya minimal 20 tahun. Tapi bisa diperpanjang sesuai kesepakatan.

"Kadang dalam beberapa kasus, jika bekerja sama dengan Pemda atau instasi pemerintah lainnya, bisa diterbitkan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) tapi atasnya BOT," ujarnya kepada Kompas.com, Rabu (14/09/2022).

"Jadi setelah periode kerja sama selesai, bisa diperpanjang kalau ada kesepatan dengan pemilik lahan," imbuhnya.

Keuntungannya karena bersertifikat, beberapa institusi keuangan bisa menjadikannya sebagai kolateral untuk mengajukan kredit.

"Contoh ruko di Inkopal Kelapa Gading dan Mangga Dua, bekerjasama dengan (TNI) AL. Ini pakai auto predik, jadi kadang suka berubah-ubah sendiri," tukas Bambang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.