Presiden Minta Kementerian PUPR Perlebar Jalan Pelabuhan Kijing ke Pontianak

Kompas.com - 10/08/2022, 13:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) minta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memperlebar jalan dari Pelabuhan Kijing menuju Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar).

Hal ini menyusul diresmikannya Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak di Kabupaten Mempawah tersebut oleh Presiden Jokowi pada Selasa (9/8/2022).

"Ini Pak Menteri PU hadir, diselesaikan sekalian, sehingga perjalanan kontainer maupun yang non-peti kemas bisa lancar dan tujuan akhir kita memperkuat daya saing itu bisa kita lakukan," kata Presiden Jokowi mengutip laman resmi Presiden RI, Rabu (10/8/2022).

Pembangunan Pelabuhan Kijing telah dilakukan sejak tahun 2016 dan selesai pada Mei 2022 dengan anggaran sebesar Rp 2,9 triliun.

Kehadirannya disebut bisa memperkuat daya saing produk unggulan di Kalbar, seperti CPO, alumina, bauksit dan komoditas lain.

Baca juga: Jika Pembangunan Kelar, Kawasan Pelabuhan Sanur Bakal Ditata

"Pelabuhan ini akan memperkuat competitiveness, daya saing dari produk-produk unggulan yang dihasilkan oleh Provinsi Kalimantan Barat, karena di sini memiliki kekuatan besar crude palm oil (CPO), alumina, bauksit, dan produk-produk lainnya," tambah Presiden Jokowi.

Adapun pelabuhan ini disebut sebagai pelabuhan terbesar di Kalimantan karena memiliki kapasitas 500.000 TEUs dan 8 juta non-peti kemas.

Pelabuhan Kijing di Kalimantan Barat.Tangkap Layar Youtube Sekretariat Presiden. Pelabuhan Kijing di Kalimantan Barat.
Selain itu, kehadiran Pelabuhan Kijing juga diyakini akan mendukung upaya hilirisasi dan industrialisasi yang gencar dilakukan pemerintah.

Presiden yakin dengan kedua upaya tersebut, pemerintah bisa mendapatkan nilai tambah berlipat, baik berupa pendapatan negara hingga terbukanya lapangan pekerjaan.

Sementara itu, terdapat beberapa usulan terkait nama resmi Pelabuhan Kijing oleh beberapa pihak.

Baca juga: Pengembangan Awal Pelabuhan Anggrek di Gorontalo Akan Dimulai, Seperti Apa?

Menanggapi hal ini, Presiden Jokowi mempersilakan agar usulan nama tersebut diajukan kepada Pemerintah Pusat.

"Saya kira seluruh aspirasi yang ada akan kita tampung, tapi pada hari ini tadi telah kita resmikan," tutup Jokowi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.