Sekali Lagi, Waspadai 3 Modus Praktik Mafia Tanah

Kompas.com - 30/11/2021, 12:00 WIB
Modus mafia tanah Modus mafia tanah

JAKARTA, KOMPAS.com - Praktik kejahatan mafia tanah yang sudah ada sejak lama kembali menjadi sorotan baru-baru ini setelah menyasar dua tokoh publik Indonesia, Dino Pati Djalal dan Nirina Zubir.

Dilansir dari laman resmi Kementerian ATR/BPN, Selasa (30/11/2021), Staf Khusus Menteri ATR sekaligus Kepala BPN Bidang Hukum dan Litigasi Iing Sodikin menjelaskan tiga modus praktik mafia tanah yang bisa ditandai.

Alas hak ditiru

Iing menjelaskan, modus yang pertama dari tindak mafia tanah adalah meniru alas hak.

Perlu diketahui, alas hak adalah syarat bagi warga negara untuk mengajukan permohonan hak atas tanah, melalui jual-beli, hibah, waris, atau penguasaan-penguasaan fisik selama puluhan tahun.

"Mafia tanah menggunakan alas hak yang sebelumnya tidak benar menjadi benar, serta menggunakan bukti ini di pengadilan,” ujar Iing, dalam acara deParpol di TVRI, Sabtu (27/11/2021).

Selanjutnya, alas hak tanah yang dipalsukan ini akan dijadikan gugaran di pengadilan sehingga mafia tanah akan menang.

Iing kembali menjelaskan, sidang perdata memang tidak menguji materiil yang artinya berlaku aturan 'siapa yang menggugat, dia harus mendalilkan'.

Maka dari itu, sudah seharusnya hakim di peradilan menguji alat bukti yang diberikan, apakah benar atau tidak.

Adapun tujuan dari mafia tanah dalam melakukan modus tersebut ialah untuk memperoleh legalitas di pengadilan.

Memalsukan surat kuasa

Modus selanjutnya yang dilakukan oleh mafia tanah dalam menjalankan kejahatannya adalah dengan memalsukan surat kuasa.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.