Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Meski Dikenal sebagai Pusat Teknologi, Shenzhen Alami Krisis Properti

Kompas.com - 30/11/2021, 07:00 WIB
Aisyah Sekar Ayu Maharani,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

Sumber Reuters

KOMPAS.com - Shenzhen, kota pusat teknologi yang termasuk salah satu pasar properti terlaris di dunia, ternyata mengalami krisis.

Hal ini disampaikan oleh salah satu warganya, Jerry Tang, agen real estat di Shenzhen, dilansir dari Reuters, Senin (29/11/2021).

Sejak tahun 2014, Tang bergelut di dunia properti dan mampu memperoleh penghasilan hingga 50.000 yuan setiap bulan atau setara dengan Rp 112,2 juta.

Namun, penghasilannya tercatat turun menjadi sekitar 15.000 yuan atau sekitar  Rp 33,6 juta pada tahun lalu dan kembali turun tahun ini menjadi sekitar 5.000 yuan atau Rp 11,2 juta per bulan.

Baca juga: Urban Mountains, Proyek Penghijauan di Tengah Padatnya Shenzhen

"Jelas jauh lebih sulit untuk menjual tahun ini," ujar Tang.

Penyebabnya adalah saat ini pembeli masih menunggu untuk melihat kondisi pasar properti China yang masih bermasalah, sementara para developer berada pada kondisi kekurangan uang.

Selain itu, beberapa kantor makelar juga telah ditutup. Setidaknya, sepertiga dari delapan agen real estat telah meninggalkan industri properti dan sebagian yang lain sedang memikirkannya.

Terkait dengan hal itu, Lianjia, makelar tanah juga berencana untuk menutup seperlima atau sekitar seratus kantornya di Shenzhen.

Adapun krisis di pasar properti Shenzhen berasal dari kebijakan yang dibentuk dalam satu tahun terakhir untuk membuat harga apartemen menjadi lebih terjangkau.

Seperti kewajiban membayar uang muka yang lebih tinggi untuk kepemilikan rumah kedua serta membatasi harga jual kembali.

Kendati demikian, agen real estat mengatakan hal ini bisa terjadi karena adanya krisis kepercayaan yang sedang melanda industri properti di China saat ini.

Akibatnya, Evergrande Group dan Kaisa Group Holdings, yang kantor keduanya berada di Shenzhen, megalami krisis likuiditas.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber Reuters
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com