Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apersi Minta Tambahan Kuota Rumah Subsidi, Minimal 250.000 Unit

Kompas.com - 05/05/2024, 20:58 WIB
Suhaiela Bahfein,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Pengembang Perumahan Dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) meminta tambahan kuota rumah subsidi tahun 2024 kepada Pemerintah.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Apersi Junaidi Abdillah mengungkapkan, tambahan kuota tersebut minimal 250.000 unit atau sama dengan tahun lalu.

Baca juga: Korban Erupsi Gunung Ruang Direlokasi, Akan Dibangunkan Rumah

"Harapan kita, minimal sama dengan tahun kemarin 250.000 unit," ungkap Junaidi di Jakarta, Jumat (3/5/2024).

Junaidi mengatakan, pihaknya memprediksi kuota rumah subsidi akan habis sekitar Juni 2024 atau Juli 2024. 

Hal inilah yang menjadi keresahan dan kegelisahan ini dirasakan oleh pengembang maupun masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

"Ternyata, kuota tahun ini yang ada 160.000 unit (166.000 unit), prediksi kami dari Apersi itu bulan Juni-Juli akan habis kuota ini," terang Junaidi.

Baca juga: Apersi Prediksi Kuota Rumah Subsidi Habis Juli

Maka dari itu, apabila Pemerintah tidak menambah kuota rumah subsidi minimal sama dengan tahun lalu sebanyak 250.000 unit, maka akan berdampak sangat besar bagi MBR.

Dengan begitu, Apersi mengharapkan tak ada kegaduhan terkait masalah ini pada masa transisi Presiden dan Wakil Presiden (Wapres) tahun ini.

"Tentunya, semangat Bapak Jokowi terkait sejuta rumah itu bisa dibagikan oleh tiga juta rumahnya. Jadi, bukan tugas berat di masa transisi Bapak Jokowi ada PR yang menjadi pembahasan di masyarakat terkait kuota yang kurang," tambah Junaidi.

Junaidi menambahkan, terbatasnya kuota rumah subsidi akan berdampak pada menghambatnya pertumbuhan dan pengembangan sektor properti.

Lalu, dapat meningkatkan risiko kebangkrutan bagi pengembang yang tidak bisa memenuhi kewajiban perbankan.

Selain itu, hal ini juga berpotensi meningkatkan angka pengangguran di sektor properti.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com