Kompas.com - 22/10/2021, 20:00 WIB
Pemilik lahan di Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, yang tanahnya diambil untuk material pembangunan Waduk Krueng Keureuto, memblokir jalan, Jumat (22/10/2021). KOMPAS.com/MASRIADI SAMBOPemilik lahan di Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, yang tanahnya diambil untuk material pembangunan Waduk Krueng Keureuto, memblokir jalan, Jumat (22/10/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) meminta para anggotanya agar melampirkan tanda bukti setiap transaksi.

Tanda bukti ini mulai dari penyerahan berkas hingga pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketua Bidang Perizinan dan Pertanahan DPP Apersi Bambang Setiadi menjelaskan, hal itu dilakukan sebagai upaya dalam mempersempit ruang gerak para mafia tanah.

"Terkait keamanan pertanahan sesuai arahan Pak Menteri (ATR/Kepala BPN), kami sudah sosialisasikan kepada para teman pengusaha selalu melampirkan tanda bukti dari setiap transaksi," tegas Bambang dikutip dari laman Kementerian ATR/BPN, Jumat (22/10/2021).

Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan A Djalil mengakui, kasus sengketa dan mafia tanah masih terus terjadi di Indonesia.

Meski demikian, agenda pemberantasan mafia tanah terus dilakukan oleh kementerian yang dipimpinnya.

Baca juga: Ini Perbedaan Sebelum dan Sesudah Dibentuknya Satgas Anti Mafia Tanah

Ini dilakukan untuk mengurangi konflik agraria serta perbaikan administrasi pertanahan, juga memastikan ketersediaan dan kepastian ruang hidup yang adil bagi rakyat.

"Saya sampaikan, ini bukan komitmen saya, tetapi pemerintah. Bapak Presiden sangat serius dalam pemberantasan mafia tanah ini," kata Sofyan.

Oleh karena itu, Kementerian ATR/BPN menafsirkan dan menerapkan hal tersebut sebagai upaya memperbaiki administrasi pertanahan dan kepastian hukum agar hak masyarakat dapat terjamin dan dipertahankan.

Dengan persoalan yang melibatkan mafia tanah ini, Sofyan mengimbau masyarakat agar waspada dengan modus yang dilakukan oleh para pelaku karena banyak modus kerjanya dan terorganisasi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.