Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

AHY Kantongi Puluhan Target Operasi Mafia Tanah

Kompas.com - 07/05/2024, 05:30 WIB
Aisyah Sekar Ayu Maharani,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengaku telah mengantongi puluhan target operasi mafia tanah.

Hal ini disampaikannya ketika ditemui usai melaksanakan olahraga pagi bersama pegawai Kementerian ATR/BPN di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Jumat (3/5/2024).

"Kita terus proses, kita punya puluhan target operasi ya, saya tidak mungkin bongkar satu per satu," ucapnya.

Pasalnya, untuk membekuk mafia tanah, diperlukan momentum dadakan, sehingga AHY menyebut tidak bisa membocorkan rencananya dalam waktu dekat.

"Tetapi saya meyakinkan bahwa komitmen kami serius sekali untuk bisa gebuk mafia tanah ini karena inilah yang diharapkan oleh masyarakat," lanjutnya.

Pada kesempatan berbeda, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa masih banyak ditemukan kasus mafia tanah, khususnya di daerah.

Baca juga: AHY Pastikan Lahan Relokasi Korban Erupsi Gunung Ruang Clean and Clear

"Tadi Pak Menteri BPN menyampaikan, di sana mengurusi mafia tanah, di sana mengurusi mafia tanah," kata Jokowi saat menyerahkan sertifikat tanah elektronik kepada masyarakat Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (30/4/2024).

Namun demikian, menurut Presiden jumlah kasus mafia tanah sudah sangat berkurang berkat adanya program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Saat ini, jumlah tanah yang sudah terdaftar di seluruh Indonesia mencapai 112 juta bidang dari target 120 juta bidang tanah terdaftar hingga 2024.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com