Kompas.com - 19/08/2021, 20:00 WIB
Kantor Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di Jalan Sabang, Jakarta Pusat. Dok. Istimewa/Wakil Menteri ATR/BPN/Surya TjandraKantor Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di Jalan Sabang, Jakarta Pusat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melaporkan progres realisasi target Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) 9 juta hektar lahan di Indonesia.

TORA 9 juta hektar lahan tersebut merupakan target pemerintah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Total target TORA itu meliputi dua hal yaitu target legalisasi aset sebesar 4,5 juta hektar, dan redistribusi tanah sebesar 4,5 juta hektar.

Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Surya Tjandra mengatakan hingga saat ini realisasi aset melalui Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) telah mencapai 24.287.348 bidang atau seluas 6,88 juta hektar.

Baca juga: Reforma Agraria 9 Juta Hektar Dinilai Lambat, Ternyata Ini Sebabnya

"Legalisasi aset lewat PTSL yang sudah berhasil didaftarkan hingga saat ini 24.287.348 bidang atau seluas 6,88 juta hektar atau 176,41 persen melampaui target yang hanya 3,9 juta hektar," kata Surya dalam keterangan yang dikutip Kompas.com, Kamis (19/08/2021).

Sementara itu, dari sisi redistribusi tanah yang berasal dari tanah Eks-HGU, Tanah Telantar dan Tanah Negara Lainnya sebanyak 1.496.243 bidang atau seluas 989.491 hektar.

Angka ini naik 247,37 persen dari target yang hanya 0,4 juta hektar.

Adapun untuk objek lainnya yang berasal dari pelepasan kawasan hutan, pemerintah telah meredistribusi sebanyak 516.204 bidang atau seluas 251.076 hektar.

Sehingga total tanah yang telah diredistribusikan kepada masyarakat seluas 1.240.567 hektar atau 27,57 persen.

Surya mengungkap batasan hutan dan non hutan yang belum jelas masih menjadi tantangan utama dalam melakukan kegiatan PTSL dan redistribusi tanah.

Kementerian ATR/BPN sedang menjalankan beberapa langkah kegiatan demi mencapai progres TORA dari pelepasan kawasan hutan yaitu mulai dari percepatan redistribusi TORA dari kawasan hutan berbasis Sistem Penataan Agraria Berkelanjutan.

Kemudian, kolaborasi percepatan inversi Penyelesaian Penguasaan Tanah dalam Kawasan Hutan (PPTKH) melalui kebijakan satu peta dengan Stranas PK (Strategi Nasional Pencegahan Korupsi), serta percepatan redistribusi tanah dari pelepasan kawasan hutan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.