Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Kata Pengamat Tata Kota Soal Kawasan Aglomerasi DKJ

Kompas.com - 22/04/2024, 20:30 WIB
Muhdany Yusuf Laksono

Penulis

KOMPAS.com - Pengamat Tata Kota, Yayat Supriyatna mengingatkan sejumlah hal terkait akan dibentuknya Kawasan Aglomerasi Daerah Khusus Jakarta (DKJ) yakni Jabodetabekjur setelah nanti Jakarta tak lagi berstatus Ibu Kota Negara.

Tujuannya, agar rencana-rencana pengembangan kawasan aglomerasi bisa berjalan maksimal dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Hal itu disampaikannya dalam Dialog Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) secara virtual bertajuk 'UU DKJ: Masa Depan Jakarta Pasca Ibu Kota', Senin (22/04/2024).

"Karena sebetulnya konteks aglomerasi secara fungsional itu sudah terbentuk sekarang, contohnya mobilitas komuter yang 3 juta orang ke Jakarta dari kota-kota sekitarnya sudah terbentuk," ujar Yayat.

Menurut dia, fenomena orang-orang mulai meninggalkan Jakarta dan pindah ke daerah sekitarnya sudah terjadi sejak tahun 1990-an. Alasannya, harga rumah/tanah dan biaya hidup di Jakarta semakin mahal.

Namun saat ini, persoalan transportasi menjadi masalah bagi masyarakat yang berada di pinggiran untuk bergerak ke Jakarta.

Baca juga: Ketua Dewan Kawasan Aglomerasi DKJ Ditunjuk oleh Jokowi

Contohnya, transportasi publik belum terintegrasi antara Jakarta dengan wilayah sekitarnya, dan biayanya juga belum terjangkau.

"Jika ada subsidi, karena itu sudah cukup bagus sebetulnya DKI sudah memberlakukan subsidi Rp 10.000, cuma terbatasnya belum sampai wilayah di sekitarnya," imbuhnya.

Untuk itu, Yayat mempertanyakan kemampuan ketua dewan kawasan aglomerasi dan anggotanya untuk mengatasi persoalan-persoalan tersebut.

"Contohnya berani gak (dewan kawasan) aglomerasi minta kepada teman-teman Kementerian Perhubungan melalui BPTJ memberikan subsidi untuk pengembangan angkutan massal yang terintegrasi antara Depok Bekasi sekitarnya dengan Jakarta hingga tarif yang terjangkau," tegasnya.

Di sisi lain, dia juga menyarankan terkait pendanaan dalam merealisasikan rencana pengembangan Kawasan Aglomerasi DKJ fokus pada sektor-sektor penting.

"Jadi porsinya adalah pada alokasi anggaran yang kelihatannya sangat dibutuhkan dan urgent, sektor public transport, sektor permukiman, dan sektor pengembangan dalam konteks penyediaan fasilitas pertumbuhan ekonominya," pungkasnya.

 
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Bakal Hadiri Acara WWF, AHY: Air dan Tanah Tak Bisa Dipisahkan

Bakal Hadiri Acara WWF, AHY: Air dan Tanah Tak Bisa Dipisahkan

Berita
[POPULER PROPERTI] Plus Minus Tandon Air Atas dan Bawah

[POPULER PROPERTI] Plus Minus Tandon Air Atas dan Bawah

Berita
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Situbondo: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Situbondo: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Jombang: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Jombang: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Pulang Dinas dari AS, AHY Sayangkan Investor Kabur karena Masalah Tanah

Pulang Dinas dari AS, AHY Sayangkan Investor Kabur karena Masalah Tanah

Berita
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Sampang: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Sampang: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Trenggalek: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Trenggalek: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Sumenep: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Sumenep: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Bondowoso: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Bondowoso: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kota Kediri: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kota Kediri: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Tulungagung: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Tulungagung: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Gresik: Pilihan Hunian Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Gresik: Pilihan Hunian Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Kediri: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Kediri: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Probolinggo: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Probolinggo: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Seram Bagian Timur: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Seram Bagian Timur: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com