Satu Buku untuk Satu Sertifikat Tanah Elektronik Cegah Penggandaan

Kompas.com - 26/01/2021, 16:30 WIB
Tiga warga Aceh dapat hadiah sepeda foto  bersama dari Prosiden Joko Wido setelah menjawab pertanyaan sedederhana dari Jokowi yaitu nama ikan, buah-buahan dan Panca Sila pada acara penyerahan 2.576 sertifikat tanah di Lapangan Cot Gapu, Kabupaten Bireun. Sabtu (22/02/2020). KOMPAS.COM/TEUKU UMARTiga warga Aceh dapat hadiah sepeda foto bersama dari Prosiden Joko Wido setelah menjawab pertanyaan sedederhana dari Jokowi yaitu nama ikan, buah-buahan dan Panca Sila pada acara penyerahan 2.576 sertifikat tanah di Lapangan Cot Gapu, Kabupaten Bireun. Sabtu (22/02/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) akan memberlakukan penggunaan sertifikat tanah secara elektronik mulai tahun 2021.

Pemberlakukan sertifikat secara digital itu dilandasi Peraturan Menteri (Permen) Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nomor 1 Tahun 2021 tentang Sertifikat Elektronik.

"Telah terbit Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 1 Tahun 2021 tentang Sertifikat Elektronik sebagai dasar pemberlakuan sertipikat elektronik," jelas Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian ATR/BPN Yulia Jaya Nirmawati, Senin (25/1/2021).

Yulia melanjutkan, Kementerian ATR/BPN saat ini sedang menyiapkan langkah-langkah pelaksanaan pendaftaran tanah secara elektronik.

Pelaksanaan pendaftaran tanah secara elektronik ini akan diberlakukan secara bertahap dan diatur oleh Menteri ATR/BPN.

Baca juga: Kata Pengamat, Kekuatan Hukum Sertifikat Elektronik Sama dengan Konvensional

Namun demikian, pelaksanaan pendaftaran tanah secara elektronik ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat seperti terjadinya penggandaan sertifikat.

Pakar Pertanahan dan Properti Eddy Leks memastikan, baik secara elektronik maupun konvensional, tidak boleh ada penggandaan sertifikat karena bersumber pada satu buku tanah.

"Satu buku tanah untuk satu sertifikat, begitupun seharusnya terjadi di sistem elektronik," ucap Eddy kepada Kompas.com, Selasa (26/1/2021).

Dengan demikian, imbuh Eddy, satu buku tanah berbentuk elektronik diperuntukkan bagi satu sertifikat dengan model yang sama.

Perlu diketahui, hasil pelaksanaan pendaftaran tanah secara elektronik ini nantinya berupa data, informasI, dan atau dokumen elektronik.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X