Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Australia Bakal Bangun Angkatan Laut Terbesar sejak Akhir Perang Dunia II

Kompas.com - 20/02/2024, 09:37 WIB
Albertus Adit

Penulis

Sumber AFP

CANBERRA, KOMPAS.com - Australia berencana membangun angkatan laut (AL) terbesar. Hal itu dapat dilihat setelah negara tersebut melipatgandakan belanja pertahanannya.

Jumlah tambahannya sebesar US$ 7 miliar (Rp 109 triliun). Tujuannya guna menghadapi perlombaan senjata yang semakin cepat di Asia-Pasifik.

Berdasarkan rencana tersebut, Australia akan memiliki angkatan laut yang terdiri dari 26 kapal kombatan permukaan utama, naik dari 11 kapal yang ada saat ini.

Baca juga: AS Usul Dewan Keamanan PBB Bisa Menentang Serangan Israel di Rafah

"Ini adalah armada terbesar yang kami miliki sejak akhir Perang Dunia II," kata Menteri Pertahanan Richard Marles, dikutip dari AFP pada Selasa (20/2/2024).

Selain itu, Australia akan membangun enam fregat kelas Hunter, 11 fregat tujuan umum, dan enam kapal perang permukaan canggih yang tidak perlu diawaki.

Setidaknya beberapa armada akan dipersenjatai dengan rudal Tomahawk yang mampu melakukan serangan jarak jauh terhadap sasaran yang jauh di dalam wilayah musuh.

Pengumuman ini muncul setelah adanya peningkatan kekuatan senjata secara besar-besaran oleh China dan Rusia, dan di tengah meningkatnya konfrontasi antara sekutu pimpinan AS dan pemerintah otoriter yang semakin agresif.

Rencana tersebut akan membuat Australia meningkatkan belanja pertahanannya menjadi 2,4 persen dari produk domestik bruto, di atas target dua persen yang ditetapkan oleh sekutu NATO.

Beberapa kapal akan dibangun di Adelaide. Ini untuk memastikan lebih dari 3.000 lapangan kerja telah dibuka.

Baca juga: Shehab Peluk Erat Jenazah Ibunya Korban Serangan Israel

Hanya saja, beberapa di antaranya dari desain Amerika dan desain yang masih belum diputuskan, apakah dari Spanyol, Jerman, Korea Selatan atau Jepang.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber AFP

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com