Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jika Prabowo Jadi Presiden, Akan Seperti Apa Hubungan Indonesia dengan Negara Lain?

Kompas.com - 17/02/2024, 16:38 WIB
Aditya Jaya Iswara

Penulis

Sumber AFP

JAKARTA, KOMPAS.com - Prabowo Subianto berada di jalur untuk menjadi presiden ke-8 Indonesia setelah unggul jauh di quick count (hitung cepat) berbagai lembaga survei pemilu 2024.

Hingga Sabtu (17/2/2024), calon presiden nomor urut 02 ini mencatatkan nyaris 60 persen suara dengan penghitungan sampel yang sudah mencapai di atas 90 persen.

Jika nantinya resmi terpilih sebagai presiden, serangkaian tugas akan diemban pria berusia 72 tahun ini, seperti menjalin hubungan Indonesia dengan negara-negara lain termasuk Amerika Serikat (AS) dan China.

Baca juga: Media Asing Soroti Quick Count Pemilu Indonesia 2024, Prabowo Unggul Telak

Lalu, akan seperti apa relasi internasional Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo? Berikut analisis dari kantor berita AFP.

1. Posisi Indonesia di persaingan AS-China

Foto tertanggal 29 Juni 2019 menunjukkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan KTT G-20 di Osaka, Jepang.AP PHOTO/SUSAN WALSH Foto tertanggal 29 Juni 2019 menunjukkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan KTT G-20 di Osaka, Jepang.
Pertanyaan pertama adalah bagaimana Prabowo memosisikan Indonesia di tengah persaingan dua negara poros kekuatan global yaitu AS dan China.

Prabowo sudah menyatakan komitmennya terhadap kebijakan non-blok luar negeri yang dipegang teguh Indonesia sejak lama, sembari masih menerima investasi besar dari Beijing dan mempertahankan hubungan dengan Washington.

Menurut pakar yang dihubungi AFP, mantan jenderal Kopassus ini diperkirakan akan berusaha membahagiakan AS dan China sekaligus membangun kekuatan militer Indonesia.

“Prabowo harus menunjukkan bahwa dia bisa mempraktikkan perdagangan yang bebas dan adil,” kata Teuku Rezasyah, profesor di Universitas Padjadjaran.

“Dia memandang China sebagai mitra strategis, tetapi dia berpendidikan di Barat. Dia akan lebih condong ke Barat,” ujar Yoes Kenawas, peneliti di Universitas Katolik Atma Jaya.

Prabowo sempat masuk daftar hitam visa AS atas dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di bawah pemerintahan Soeharto pada akhir 1990-an, tetapi ketika menjabat menteri pertahanan pernah diundang mantan Presiden AS Donald Trump ke Washington.

Kini, dengan Trump maju lagi ke pemilihan presiden atau pilpres AS yang digelar pada November 2024, hubungan keduanya dapat semakin hangat.

“Kalau Trump menang, Prabowo mungkin akan tertarik menjalin koneksi dengannya,” ucap Adrian Vickers, profesor di Universitas Sydney.

Baca juga: 6 Kasus Pidana Trump yang Dihadapi Jelang Pilpres AS 2024

2. Hubungan Indonesia di kawasan ASEAN

Foto tertanggal 6 Mei 2016 menampilkan pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi (kiri) bersama Menteri Luar Negeri Myanmar (tengah), dan Jenderal Min Aung Hlaing (kanan), di Naypyidaw, ibu kota Myanmar.AP PHOTO/AUNG SHINE OO Foto tertanggal 6 Mei 2016 menampilkan pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi (kiri) bersama Menteri Luar Negeri Myanmar (tengah), dan Jenderal Min Aung Hlaing (kanan), di Naypyidaw, ibu kota Myanmar.
Sebagai ketua ASEAN tahun lalu, Indonesia mencoba—tetapi gagal—merundingkan terobosan dengan para pemimpin junta Myanmar, yang dilarang menghadiri KTT blok ini sejak kudeta 2021.

Persoalan ini nantinya akan menjadi tugas Prabowo di tengah perbedaan pendapat negara-negara ASEAN untuk menangani kudeta Myanmar, juga sengketa Laut China Selatan yang semakin tegas disikapi oleh Beijing.

“Untuk ASEAN, saya yakin akan berjalan seperti biasa,” menurut Rezasyah.

Halaman:
Baca tentang
Sumber AFP

Terkini Lainnya

Rangkuman Hari Ke-791 Serangan Rusia ke Ukraina: Bantuan Baru AS | Kiriman Rudal ATACMS

Rangkuman Hari Ke-791 Serangan Rusia ke Ukraina: Bantuan Baru AS | Kiriman Rudal ATACMS

Global
AS Diam-diam Kirim Rudal Jarak Jauh ATACMS ke Ukraina, Bisa Tempuh 300 Km

AS Diam-diam Kirim Rudal Jarak Jauh ATACMS ke Ukraina, Bisa Tempuh 300 Km

Global
[POPULER GLOBAL] Demo Perang Gaza di Kampus Elite AS | Israel Tingkatkan Serangan

[POPULER GLOBAL] Demo Perang Gaza di Kampus Elite AS | Israel Tingkatkan Serangan

Global
Biden Teken Bantuan Baru untuk Ukraina, Dikirim dalam Hitungan Jam

Biden Teken Bantuan Baru untuk Ukraina, Dikirim dalam Hitungan Jam

Global
Israel Serang Lebanon Selatan, Sasar 40 Target Hezbollah

Israel Serang Lebanon Selatan, Sasar 40 Target Hezbollah

Global
Situs Web Ini Tawarkan Kerja Sampingan Nonton Semua Film Star Wars, Gaji Rp 16 Juta

Situs Web Ini Tawarkan Kerja Sampingan Nonton Semua Film Star Wars, Gaji Rp 16 Juta

Global
Wanita Ini Didiagnosis Mengidap 'Otak Cinta' Setelah Menelepon Pacarnya 100 Kali Sehari

Wanita Ini Didiagnosis Mengidap "Otak Cinta" Setelah Menelepon Pacarnya 100 Kali Sehari

Global
Kakarratul, Tikus Tanah Buta yang Langka, Ditemukan di Pedalaman Australia

Kakarratul, Tikus Tanah Buta yang Langka, Ditemukan di Pedalaman Australia

Global
Kisah Truong My Lan, Miliarder Vietnam yang Divonis Hukuman Mati atas Kasus Penipuan Bank Terbesar

Kisah Truong My Lan, Miliarder Vietnam yang Divonis Hukuman Mati atas Kasus Penipuan Bank Terbesar

Global
Wakil Menteri Pertahanan Rusia Ditahan Terkait Skandal Korupsi

Wakil Menteri Pertahanan Rusia Ditahan Terkait Skandal Korupsi

Global
Olimpiade Paris 2024, Aturan Berpakaian Atlet Perancis Berbeda dengan Negara Lain

Olimpiade Paris 2024, Aturan Berpakaian Atlet Perancis Berbeda dengan Negara Lain

Global
Adik Kim Jong Un: Kami Akan Membangun Kekuatan Militer Luar Biasa

Adik Kim Jong Un: Kami Akan Membangun Kekuatan Militer Luar Biasa

Global
Bandung-Melbourne Teken Kerja Sama di 5 Bidang

Bandung-Melbourne Teken Kerja Sama di 5 Bidang

Global
Mengenal Batalion Netzah Yehuda Israel yang Dilaporkan Kena Sanksi AS

Mengenal Batalion Netzah Yehuda Israel yang Dilaporkan Kena Sanksi AS

Global
Mengapa Ukraina Ingin Bergabung dengan Uni Eropa?

Mengapa Ukraina Ingin Bergabung dengan Uni Eropa?

Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com