Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bertemu Presiden AS, Raja Yordania Serukan Gencatan Senjata Penuh di Gaza

Kompas.com - 13/02/2024, 09:45 WIB
Albertus Adit

Penulis

Sumber AFP

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Saat melakukan pembicaraan dengan Presiden AS Joe Biden, Raja Yordania Abdullah II menyerukan gencatan senjata penuh di Gaza Palestina.

Namun, seruan itu berselisih dengan keinginan Joe Biden bahwa gencatan senjata di Gaza hanya selama enam minggu saja.

Setelah gencatan senjata sementara, pasukan Israel bisa kembali melakukan operasinya untuk mengalahkan kelompok Hamas.

Baca juga: Iran Menyangkal Tuduhan Drone yang Tewaskan 3 Tentara AS di Yordania

Meski demikian, kedua pemimpin tersebut punya pandangan yang sama yakni memperingatkan Israel agar tidak menyerang Rafah yang padat penduduk.

"Kami tidak bisa membiarkan serangan Israel di Rafah. Hal ini pasti akan menghasilkan bencana kemanusiaan lainnya," kata Raja Yordania tersebut, dikutip dari AFP pada Selasa (13/2/2024).

"Kita perlu gencatan senjata selamanya dan perang ini harus diakhiri," tambah Abdullah.

Sebelumnya, Amerika Serikat telah membuat marah sejumlah sekutunya di Timur Tengah karena terus-menerus menolak menyerukan gencatan senjata penuh.

AS menyatakan bahwa mereka mendukung upaya Israel untuk mengalahkan Hamas, dan sebagai gantinya menyerukan gencatan senjata sementara dalam kesepakatan penyanderaan.

Namun Biden, yang mencalonkan diri kembali pada Pilpres 2024 bulan November, mulai mengambil tindakan lebih keras terhadap Israel mengenai korban sipil, dengan mengatakan pekan lalu bahwa serangan Israel terlalu berlebihan.

Baca juga: 3 Tentara AS Tewas dalam Serangan Drone di Yordania, 34 Terluka

"Amerika Serikat sedang mengupayakan kesepakatan penyanderaan antara Israel dan Hamas, yang akan menciptakan periode tenang yang menengah dan berkelanjutan di Gaza setidaknya selama enam minggu," kata Biden.

Biden juga menambahkan bahwa elemen-elemen penting sudah ada tetapi masih ada kesenjangan.

"Pihak-pihak yang bertikai kemudian dapat meluangkan waktu untuk membangun sesuatu yang lebih bertahan lama," harapnya.

Joe Biden juga mengatakan warga sipil yang berlindung di Rafah, di perbatasan Mesir, perlu dilindungi karena Israel mempertimbangkan serangan darat.

Ini adalah pertemuan tatap muka pertama antara Biden dan Abdullah sejak serangan 7 Oktober 2023. Presiden AS tersebut memuji rekannya kepala negara sebagai pemain kunci dalam pergolakan di Timur Tengah.

Kedua pemimpin juga membahas upaya untuk memastikan bahwa konflik tidak menyebar ke wilayah yang bergejolak.

Diketahui, AS menjadi perhentian pertama dari tur Raja Yordania. Setelah itu ia akan mengunjungi Kanada, Perancis dan Jerman.

Baca juga: Yordania Tingkatkan Kehadiran Tentara di Sepanjang Perbatasan dengan Israel

Kunjungan dilakukan di tengah meningkatnya upaya internasional untuk mencapai kesepakatan guna menghentikan pertempuran di Gaza dan membebaskan sandera yang ditahan di sana oleh Hamas.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber AFP

Terkini Lainnya

[POPULER GLOBAL] Sejarah Kelam Serangan Israel di Iran | Aksi Pria Perancis Lawan Penikam di Sydney

[POPULER GLOBAL] Sejarah Kelam Serangan Israel di Iran | Aksi Pria Perancis Lawan Penikam di Sydney

Global
Menlu China Wang Yi Akan ke Indonesia Pekan Ini

Menlu China Wang Yi Akan ke Indonesia Pekan Ini

Global
Ukraina Kehabisan Rudal untuk Lindungi Pembangkit Listrik Utama

Ukraina Kehabisan Rudal untuk Lindungi Pembangkit Listrik Utama

Global
Bom-bom Israel Seberat 453 Kg Ditemukan di Sekolah-sekolah Gaza

Bom-bom Israel Seberat 453 Kg Ditemukan di Sekolah-sekolah Gaza

Global
Israel Lancarkan Serangan Diplomatik ke Iran, Minta 32 Negara Jatuhkan Sanksi

Israel Lancarkan Serangan Diplomatik ke Iran, Minta 32 Negara Jatuhkan Sanksi

Global
Terumbu Karang Dunia Alami Pemutihan Massal, Ada Apa?

Terumbu Karang Dunia Alami Pemutihan Massal, Ada Apa?

Global
Lawrence Wong Akan Jadi PM Baru Singapura pada 15 Mei 2024

Lawrence Wong Akan Jadi PM Baru Singapura pada 15 Mei 2024

Global
NASA Ungkap Asal-usul Benda Luar Angkasa yang Tembus Atap Rumah Warga AS

NASA Ungkap Asal-usul Benda Luar Angkasa yang Tembus Atap Rumah Warga AS

Global
Restoran Italia Tawarkan Sebotol Anggur Gratis pada Pelanggan yang Tak Main Ponsel

Restoran Italia Tawarkan Sebotol Anggur Gratis pada Pelanggan yang Tak Main Ponsel

Global
Perjalanan Hubungan Israel dan Iran, dari Sekutu Jadi Musuh

Perjalanan Hubungan Israel dan Iran, dari Sekutu Jadi Musuh

Internasional
Rangkuman Hari Ke-782 Serangan Rusia ke Ukraina: PLTN Hampir Terjadi Insiden | Biden Ajukan Permohonan Bantuan

Rangkuman Hari Ke-782 Serangan Rusia ke Ukraina: PLTN Hampir Terjadi Insiden | Biden Ajukan Permohonan Bantuan

Global
Surat Kabar Lebanon Perkenalkan Presiden AI demi Pecah Kebuntuan Politik

Surat Kabar Lebanon Perkenalkan Presiden AI demi Pecah Kebuntuan Politik

Global
Badan Nuklir PBB: Sikap Sembrono Rusia-Ukraina di PLTN Zaporizhzhia Bahayakan Dunia

Badan Nuklir PBB: Sikap Sembrono Rusia-Ukraina di PLTN Zaporizhzhia Bahayakan Dunia

Global
Pria Perancis yang Melawan Pelaku Penikaman Massal Sydney Dijanjikan Visa Australia

Pria Perancis yang Melawan Pelaku Penikaman Massal Sydney Dijanjikan Visa Australia

Global
PBB: Iran Tutup Fasilitas Nuklir Usai Serang Israel

PBB: Iran Tutup Fasilitas Nuklir Usai Serang Israel

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com