Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

1 Tewas dan 5 Orang Terluka akibat Penembakan di Stasiun Bawah Tanah AS

Kompas.com - 13/02/2024, 08:47 WIB
Albertus Adit

Penulis

Sumber AFP

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Satu orang tewas dan lima lainnya terluka dalam penembakan di stasiun kereta bawah tanah New York Amerika Serikat (AS), Senin (12/2/2024) sore.

Dikutip dari AFP pada Selasa (13/2/2024), pihak berwenang setempat langsung disiagakan di lokasi kejadian setelah pukul 16.30 waktu setempat.

"Kami tidak percaya ini adalah penembakan acak. Kami yakin penembakan ini berasal dari perselisihan antara dua kelompok yang dimulai dari kereta api," kata kepala polisi transit kota Michael Kemper.

Baca juga: Wanita Lepaskan Tembakkan di Gereja, Polisi Temukan Tulisan Antisemit

Sayangnya, salah satu korban yakni seorang pria berusia 34 tahun dinyatakan meninggal dunia.

"Terjadi tanggap darurat besar-besaran di stasiun kereta bawah tanah Mount Eden Avenue di wilayah utara Bronx, 14 kilometer utara Times Square Manhattan," kata seorang koresponden AFP.

Detektif polisi dan agen dari Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api dan Bahan Peledak Federal (ATF) berada di lokasi kejadian untuk olah TKP dan melakukan pencarian sidik jari setelah penembakan tersebut.

Diketahui, penembakan massal sering terjadi di Amerika Serikat, dimana jumlah senjata api lebih banyak dibandingkan jumlah penduduknya.

Bahkan sekitar sepertiga orang dewasa memiliki senjata api.

Sementara itu jajak pendapat menunjukkan mayoritas warga Amerika mendukung peraturan senjata yang lebih ketat.

Namun upaya lobi senjata yang kuat dan mobilisasi pemilih yang mendukung budaya hak kepemilikan senjata telah berulang kali menghalangi anggota parlemen untuk mengambil tindakan.

New York memiliki tingkat pembunuhan yang lebih rendah dibandingkan kota-kota besar di AS.

Baca juga: 8 Orang Tewas akibat Penembakan di Chicago, Polisi Masih Buru Pelaku

Sedangkan kepemilikan senjata api di tempat umum adalah tindakan ilegal bagi warga sipil di hampir semua kasus.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber AFP

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com