Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jepang Beri Jaminan Taylor Swift, Bisa Tonton Laga Pacarnya Tepat Waktu Setelah Konser di Tokyo

Kompas.com - 03/02/2024, 15:26 WIB
Tito Hilmawan Reditya

Penulis

Sumber Guardian

TOKYO, KOMPAS.com - Kedutaan Besar Jepang di Washington telah meyakinkan publik yang gelisah karena Taylor Swift harus datang ke Super Bowl tepat waktu untuk melihat pacarnya Travis Kelce bermain di pertandingan besar.

Kekhawatiran terjadi terkait penerbangan pasca-konsernya dari Tokyo. Apakah Taylor bisa berangkat tepat waktu dari Jepang menuju AS?

Pernyataan kedutaan itu menjawab pertanyaan yang membebani pikiran banyak penggemar bintang pop tersebut.

Baca juga: Pria Ini Bisa Menebak dengan Tepat 34 Lagu Taylor Swift dalam 1 Menit

Mereka bertanya-tanya apakah secara logistik mungkin bagi Taylor untuk menyemangati Kelce secara langsung saat dia mengincar kejuaraan NFL ketiga bersama Kansas City.

Sementara Taylor, 34 tahun, akan menampilkan konser yang terjual habis di Tokyo sehari sebelum Super Bowl, sebagai bagian dari tur Eras-nya.

Ada perbedaan waktu 17 jam antara Tokyo dan Las Vegas, kota yang menjadi tuan rumah Super Bowl

Penerbangan tersebut diperkirakan memakan waktu sekitar 12 jam.

Beberapa orang khawatir bahwa Taylor mungkin tidak dapat datang ke pertandingan tepat waktu

Namun Kedutaan Besar Jepang mengambil tindakan untuk menghilangkan kekhawatiran tersebut.

“Kedutaan Besar Jepang di AS mengetahui laporan media baru-baru ini mengenai langkah-langkah yang perlu diambil Taylor Swift untuk melakukan perjalanan dari Tokyo setelah konsernya pada 10 Februari ke Las Vegas untuk menyaksikan penampilan Kansas City Chiefs di Super Bowl LVIII,” tulis kedutaan di X.

Baca juga: Buntut Deepfake Telanjang Taylor Swift, Senator AS Dorong RUU Penindakan AI

“Meskipun ada perbedaan waktu penerbangan 12 jam dan 17 jam, kedutaan dengan percaya diri dapat mengatakan bahwa jika dia meninggalkan Tokyo pada malam hari setelah konsernya, dia akan tiba dengan nyaman di Las Vegas sebelum Super Bowl dimulai,” kata pihak tersebut.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Pasangan AS Tewas Ditembak Geng di Haiti, Biden Percepat Pengerahan Pasukan

Pasangan AS Tewas Ditembak Geng di Haiti, Biden Percepat Pengerahan Pasukan

Global
300 Orang Lebih Terkubur Tanah Longsor di Papua Nugini

300 Orang Lebih Terkubur Tanah Longsor di Papua Nugini

Global
Hampir 100 Truk Bantuan Masuk Gaza lewat Dermaga AS

Hampir 100 Truk Bantuan Masuk Gaza lewat Dermaga AS

Global
Presiden Perancis dan Para Menteri Arab Bahas Pendirian Negara Palestina

Presiden Perancis dan Para Menteri Arab Bahas Pendirian Negara Palestina

Global
Usai Keputusan ICJ, Warga Palestina Ingin Tindakan, Bukan Kata-kata

Usai Keputusan ICJ, Warga Palestina Ingin Tindakan, Bukan Kata-kata

Global
[POPULER GLOBAL] Arab Saudi Setop Keluarkan Izin Umrah | Cerita Ayah Tak Mampu Beli iPhone bagi Putrinya

[POPULER GLOBAL] Arab Saudi Setop Keluarkan Izin Umrah | Cerita Ayah Tak Mampu Beli iPhone bagi Putrinya

Global
ICJ Perintahkan Israel Buka Penyeberangan Rafah di antara Mesir dan Gaza

ICJ Perintahkan Israel Buka Penyeberangan Rafah di antara Mesir dan Gaza

Global
Pria Ini Pesan Burger McDonald's dengan Menghapus Semua Unsur, Ini yang Didapat

Pria Ini Pesan Burger McDonald's dengan Menghapus Semua Unsur, Ini yang Didapat

Global
Surat Perintah Penangkapan Netanyahu Disebut Tak Berlaku di Hongaria

Surat Perintah Penangkapan Netanyahu Disebut Tak Berlaku di Hongaria

Global
Singapore Airlines Ubah Aturan Sabuk Pengaman dan Rute Setelah Turbulensi Fatal

Singapore Airlines Ubah Aturan Sabuk Pengaman dan Rute Setelah Turbulensi Fatal

Global
Singapore Airlines Minta Maaf Setelah Penumpang Terluka Keluhkan Diamnya Maskapai

Singapore Airlines Minta Maaf Setelah Penumpang Terluka Keluhkan Diamnya Maskapai

Global
Kepala CIA Bakal ke Paris, Bahas Lagi Gencatan Senjata di Gaza

Kepala CIA Bakal ke Paris, Bahas Lagi Gencatan Senjata di Gaza

Global
Beberapa Sumber: Putin Inginkan Gencatan Senjata di Ukraina Garis Depan

Beberapa Sumber: Putin Inginkan Gencatan Senjata di Ukraina Garis Depan

Global
Mampukah Taiwan Pertahankan Diri jika China Menyerang?

Mampukah Taiwan Pertahankan Diri jika China Menyerang?

Internasional
Kematian Presiden Raisi Membuat Warga Iran Terbagi Jadi Dua Kubu

Kematian Presiden Raisi Membuat Warga Iran Terbagi Jadi Dua Kubu

Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com