Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Harga Minyak Rusia Dibatasi Barat, Moskwa Pertimbangkan 3 Respons

Kompas.com - 07/12/2022, 11:01 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

Sumber Reuters

MOSKWA, KOMPAS.com – Moskwa sedang menimbang respons apa yang diambil setelah G7, Uni Eropa, dan Australia membatasi harga minyak lintas laut Rusia.

Ada tiga opsi yang sedang dipertimbangkan Rusia untuk merespons pembatasan harga minyaknya, lapor harian Vedomosti, Rabu (7/12/2022).

Pertama, melarang penjualan minyak ke semua negara yang mendukung pembatasan tersebut serta melarang penjualan melalui perantara.

Baca juga: Pembatasan Harga Minyak Rusia Berlaku, Apa Dampaknya?

Kedua, melarang ekspor minyak di bawah kontrak yang mencakup pembatasan harga, terlepas dari negara mana penerimanya.

Ketiga, menetapkan diskon maksimum untuk minyak mentah Ural Rusia, sebagaimana dilansir Reuters.

Pada Selasa (5/12/2022), Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengatakan, mekanisme respons Rusia terhadap pembatasan harga minyak akan berlaku pada Desember.

Sebelumnya, dia menuturkan bahwa Rusia mungkin akan mengurangi produksi minyaknya, tetapi tidak banyak.

Baca juga: Pembatasan Harga Minyak Rusia Berlaku, Apa Dampaknya?

Bloomberg melaporkan bahwa Rusia juga mempertimbangkan untuk menetapkan harga dasar untuk penjualan minyak internasionalnya.

G7, Uni Eropa, dan Australia pekan lalu sepakat membatasi harga minyak lintas laut Rusia senilai 60 dollar AS per barel.

Pembatasan tersebut mulai berlaku pada Senin (4/11/2022).

Pemberlakukan harga minyak lintas laut Rusia diambil G7, Uni Eropa, dan Australia untuk menekan pendapatan Rusia yang digunakan untuk membiayai mesin perangnya di Ukraina.

Baca juga: G7 Mulai Berlakukan Batas Harga Minyak Rusia

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

WHO Beri Peringatan Keras, Serangan Israel ke Rafah Bisa Hancurkan Rumah Sakit Terakhir

WHO Beri Peringatan Keras, Serangan Israel ke Rafah Bisa Hancurkan Rumah Sakit Terakhir

Global
Korsel Sebut Korea Utara Terbangkan Balon Isi Sampah dan Kotoran ke Perbatasan

Korsel Sebut Korea Utara Terbangkan Balon Isi Sampah dan Kotoran ke Perbatasan

Global
Terkait Berita Presiden Lai Dikecam Publik, Berikut Klarifikasi Kantor Perwakilan Taiwan di Indonesia

Terkait Berita Presiden Lai Dikecam Publik, Berikut Klarifikasi Kantor Perwakilan Taiwan di Indonesia

Global
Kredibilitas Biden Dipertanyakan Setelah Serangan Brutal Israel ke Rafah

Kredibilitas Biden Dipertanyakan Setelah Serangan Brutal Israel ke Rafah

Global
Melihat Dampak dari Mengakui Palestina sebagai Negara

Melihat Dampak dari Mengakui Palestina sebagai Negara

Internasional
Israel Klaim Senjatanya Sendiri Tak Mungkin Picu Kebakaran Besar yang Tewaskan 45 Orang di Rafah

Israel Klaim Senjatanya Sendiri Tak Mungkin Picu Kebakaran Besar yang Tewaskan 45 Orang di Rafah

Global
Bagaimana Rencana 'The Day After' Bisa Bantu Mengakhiri Perang di Gaza

Bagaimana Rencana "The Day After" Bisa Bantu Mengakhiri Perang di Gaza

Internasional
Jelang Pemilu, Meksiko Akan Kerahkan 27.000 Tentara dan Garda Nasional

Jelang Pemilu, Meksiko Akan Kerahkan 27.000 Tentara dan Garda Nasional

Global
Saat Politikus AS Nikki Haley Tulis 'Habisi Mereka' di Rudal Israel...

Saat Politikus AS Nikki Haley Tulis "Habisi Mereka" di Rudal Israel...

Global
Rangkuman Hari Ke-825 Serangan Rusia ke Ukraina: Zelensky Minta Dunia Tak Bosan | Putin Wanti-wanti Barat soal Senjata

Rangkuman Hari Ke-825 Serangan Rusia ke Ukraina: Zelensky Minta Dunia Tak Bosan | Putin Wanti-wanti Barat soal Senjata

Global
Tragedi di Desa Yahidne Dinilai Jadi Gambaran Rencana Putin atas Ukraina

Tragedi di Desa Yahidne Dinilai Jadi Gambaran Rencana Putin atas Ukraina

Internasional
Kolombia Selangkah Lagi Larang Adu Banteng mulai 2027

Kolombia Selangkah Lagi Larang Adu Banteng mulai 2027

Global
Hamas Tewaskan 1.189 Orang, Israel 36.096 Orang

Hamas Tewaskan 1.189 Orang, Israel 36.096 Orang

Global
Taiwan Minta Dukungan Indonesia di Tengah Latihan Militer China

Taiwan Minta Dukungan Indonesia di Tengah Latihan Militer China

Global
Israel Mengelak Serangannya ke Rafah Sebabkan Kebakaran Mematikan

Israel Mengelak Serangannya ke Rafah Sebabkan Kebakaran Mematikan

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com