Kompas.com - 01/10/2022, 06:46 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com - Rusia pada Jumat (30/9/2022) memveto resolusi Barat di Dewan Keamanan PBB yang mengutuk pencaplokan Rusia atas wilayah Ukraina.

Rusia sendiri tidak menemukan dukungan dalam pemungutan suara soal resolusi tersebut ketika China dan India memilih abstain.

Dengan menggunakan hak veto, Rusia berarti bisa membatalkan resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengecam pencaplokan Moskwa atas wilayah Ukraina.

Baca juga: Putin Tandatangani Perjanjian Caplok Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia dari Ukraina

Meski demikian, kekuatan Barat telah mewanti-wanti akan menunjukkan isolasi lebih dalam terhadap Rusia dan sekarang akan membawa upaya kecaman itu ke Majelis Umum PBB, di mana setiap negara memiliki suara dan tidak ada yang bisa mematikan resolusi.

Amerika Serikat (AS) telah menekan melalui rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB beberapa jam setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan bahwa Moskwa sudah mengambil alih empat wilayah Ukraina yang baru mengadakan referendum atas penyelenggaraan Kremlin.

"Inilah tepatnya yang dibuat Dewan Keamanan untuk dilakukan, mempertahankan kedaulatan, melindungi integritas teritorial, mempromosikan perdamaian, dan keamanan," kata Duta Besar AS untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield, pada awal pertemuan, sebagaimana dikutip dari Kantor berita AFP.

"Perserikatan Bangsa-Bangsa dibangun di atas gagasan bahwa satu negara tidak akan pernah lagi diizinkan untuk mengambil wilayah lain dengan paksa," kata dia yang kemudian menjanjikan akan diadakan pemungutan suara terkait resolusi ini ke Majelis Umum PBB atau Sidang Umum PBB.

Baca juga: Putin: Rusia Tidak Berusaha Ciptakan Uni Soviet Lagi

Sementara itu, Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, mengeluh bahwa agenda membawa pemungutan suara ke Sidang Umum PBB belum pernah terjadi sebelumnya untuk mencari kecaman dari salah satu dari lima anggota tetap pemegang hak veto Dewan Keamanan.

"Apakah Anda benar-benar mengharapkan Rusia untuk mempertimbangkan dan mendukung rancangan semacam itu? Dan jika tidak, maka ternyata Anda dengan sengaja mendorong kami untuk menggunakan hak veto untuk kemudian menjadi liris tentang Rusia yang menyalahgunakan hak ini," kata Nebenzia.

Resolusi yang disponsori bersama oleh Amerika Serikat dan Albania itu akan mengutuk referendum "ilegal" yang diadakan di bagian Ukraina yang diduduki Rusia dan meminta semua negara untuk tidak mengakui perubahan apa pun pada perbatasan Ukraina.

Halaman:
Sumber AFP

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Raja Charles Diserang Telur Lagi Saat Menyapa Warga Inggris di Jalan, Pelaku Ditangkap

Raja Charles Diserang Telur Lagi Saat Menyapa Warga Inggris di Jalan, Pelaku Ditangkap

Global
Respons Joe Biden atas Putusan Mahkamah Uni Eropa Terkait Pelindungan Data Pribadi

Respons Joe Biden atas Putusan Mahkamah Uni Eropa Terkait Pelindungan Data Pribadi

Global
Biden dan Rutte Debat di Twitter Penyebutan Sepak Bola, 'Football' atau 'Soccer'

Biden dan Rutte Debat di Twitter Penyebutan Sepak Bola, "Football" atau "Soccer"

Global
Khawatir China, AS Tingkatkan Kehadiran Militer di Australia, Undang Jepang

Khawatir China, AS Tingkatkan Kehadiran Militer di Australia, Undang Jepang

Global
Wakil Presiden Argentina Dihukum 6 Tahun Penjara atas Kasus Korupsi Rp 1 Triliun

Wakil Presiden Argentina Dihukum 6 Tahun Penjara atas Kasus Korupsi Rp 1 Triliun

Global
Lapangan Udara Ketiga Rusia Diserang, Ukraina Disebut Tunjukkan Kemampuan Serangan di Dalam Rusia

Lapangan Udara Ketiga Rusia Diserang, Ukraina Disebut Tunjukkan Kemampuan Serangan di Dalam Rusia

Global
Dunia Arab Gembira Maroko Lolos Perempat Final Piala Dunia, Pemimpin Qatar hingga Ulama Syiah Sampaikan Selamat

Dunia Arab Gembira Maroko Lolos Perempat Final Piala Dunia, Pemimpin Qatar hingga Ulama Syiah Sampaikan Selamat

Global
Perusahaan Trump Dinyatakan Bersalah atas Kejahatan Perpajakan, Didenda Rp 25 Miliar

Perusahaan Trump Dinyatakan Bersalah atas Kejahatan Perpajakan, Didenda Rp 25 Miliar

Global
Harga Minyak Rusia Dibatasi Barat, Moskwa Pertimbangkan 3 Respons

Harga Minyak Rusia Dibatasi Barat, Moskwa Pertimbangkan 3 Respons

Global
Xi Jinping Tiba di Arab Saudi, Akan Bertemu Raja Salman dan Pangeran MBS

Xi Jinping Tiba di Arab Saudi, Akan Bertemu Raja Salman dan Pangeran MBS

Global
Thailand Diguncang Bom, 3 Orang Tewas

Thailand Diguncang Bom, 3 Orang Tewas

Global
RKUHP Disahkan, Wisatawan Asing Khawatir, Bagaiman Nasib Pariwisata Indonesia?

RKUHP Disahkan, Wisatawan Asing Khawatir, Bagaiman Nasib Pariwisata Indonesia?

Global
San Francisco Berubah Pikiran soal Rencana Pengerahan Robot Pembunuh

San Francisco Berubah Pikiran soal Rencana Pengerahan Robot Pembunuh

Global
Setelah Hampir 3 Bulan Iran Dilanda Demo, Khamenei Serukan Perombakan Sistem Budaya

Setelah Hampir 3 Bulan Iran Dilanda Demo, Khamenei Serukan Perombakan Sistem Budaya

Global
AS dan Australia Undang Jepang untuk Tingkatkan Rotasi Pasukan

AS dan Australia Undang Jepang untuk Tingkatkan Rotasi Pasukan

Global
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.