Kompas.com - 26/09/2022, 18:15 WIB

ALTANBULAG, KOMPAS.com - Antrean panjang kendaraan terlihat di perbatasan Mongolia-Rusia pada Minggu (25/9/2022). Orang-orang melarikan diri dari panggilan mobilisasi parsial yang mengumpulkan ratusan ribu tentara cadangan untuk perang di Ukraina.

Kepala pos pemeriksaan di kota Altanbulag mengatakan kepada AFP, lebih dari 3.000 orang Rusia memasuki Mongolia melalui penyeberangan sejak Rabu (21/9/2022), mayoritas adalah laki-laki.

Antrean orang yang memegang paspor Rusia juga terlihat di luar konter imigrasi penyeberangan perbatasan, menurut reporter AFP di sana.

Baca juga: Warga Rusia Sikat Habis Tiket Pesawat ke Luar Negeri Usai Putin Perintahkan Mobilisasi Parsial

"Sejak 21 September, jumlah warga Rusia yang memasuki Mongolia meningkat," kata kepala pos pemeriksaan Mayor G Byambasuren kepada AFP.

"Pada pukul 12.00 (siang) hari ini, lebih dari 3.000 warga Rusia telah memasuki Mongolia."

Presiden Rusia Vladimir Putin pada Rabu (21/9/2022) mengumumkan panggilan militer pertama Rusia sejak Perang Dunia II untuk pria yang cukup umur dalam bertempur.

Ini dirancang untuk menambah jumlah tentara Rusia dengan ratusan ribu orang, setelah serangkaian kemunduran yang tampak mengubah arah perang tujuh bulan di Ukraina.

Byambasuren mengungkapkan, sekitar 2.500 orang Rusia yang melintasi perbatasan adalah laki-laki, sedangkan lebih dari 500 adalah perempuan dan anak-anak.

"Kebanyakan dari mereka adalah anak muda lajang yang melintasi perbatasan dengan orang tua mereka," tambahnya.

Warga negara Rusia dapat mengunjungi Mongolia dan tinggal tanpa visa selama 30 hari, lalu memperpanjang masa tinggalnya 30 hari lagi jika diperlukan, kata Byambasuren.

Baca juga:

Sementara itu, otoritas Rusia pada Sabtu (24/9/2022) menahan lebih dari 700 orang dalam protes terhadap mobilisasi parsial di seluruh negeri, menurut kelompok pemantau independen.

Media Rusia pemantau polisi OVD-Info menghitung setidaknya 726 orang ditahan dalam demonstrasi di 32 kota, hampir setengahnya di Moskwa.

Warga Rusia juga terlihat berbondong-bondong keluar melalui jalur udara ke Istanbul pada Sabtu (24/9/3033). Beberapa di antara mereka menyatakan kelegaan karena bisa melarikan diri, tetapi juga prihatin dengan keselamatan orang-orang terkasih yang ditinggalkan.

Baca juga: Apa Itu Mobilisasi Parsial Rusia dan Dampaknya di Perang Ukraina?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER GLOBAL] WNI Pemetik Buah di Inggris Terlilit Utang Bayar Broker | Plot Kudeta Jerman

[POPULER GLOBAL] WNI Pemetik Buah di Inggris Terlilit Utang Bayar Broker | Plot Kudeta Jerman

Global
Ini Sejumlah Kutipan Paling Terkenal 2022, Ada dari Zelensky, Trump dan Chris Rock Seusai Ditampar

Ini Sejumlah Kutipan Paling Terkenal 2022, Ada dari Zelensky, Trump dan Chris Rock Seusai Ditampar

Global
Indonesia Terima Tongkat Estafet World Water Forum X, Digelar di Bali tahun 2024

Indonesia Terima Tongkat Estafet World Water Forum X, Digelar di Bali tahun 2024

Global
Kondisi Peru Pasca-pemakzulan Presiden Castillo

Kondisi Peru Pasca-pemakzulan Presiden Castillo

Global
Australia Tambahkan Informasi KUHP Indonesia di Saran Perjalanan Warganya

Australia Tambahkan Informasi KUHP Indonesia di Saran Perjalanan Warganya

Global
Dokumen Rahasia Bocor, Panglima Jerman Ungkap Kemungkinan Perang Lawan Rusia

Dokumen Rahasia Bocor, Panglima Jerman Ungkap Kemungkinan Perang Lawan Rusia

Global
Siapakah Pangeran Sayap Kanan yang Jadi Penentu Plot Kudeta Jerman?

Siapakah Pangeran Sayap Kanan yang Jadi Penentu Plot Kudeta Jerman?

Global
China Disebut Membahayakan Aset Luar Angkasa AS

China Disebut Membahayakan Aset Luar Angkasa AS

Global
Rusia Luncurkan Gelombang Serangan Drone Terbaru di Ukraina, Dapat Pasokan Anyar dari Iran

Rusia Luncurkan Gelombang Serangan Drone Terbaru di Ukraina, Dapat Pasokan Anyar dari Iran

Global
Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Ukraina Serukan Tangkap dan Adili Putin

Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Ukraina Serukan Tangkap dan Adili Putin

Global
Presiden Peru yang Dimakzulkan, Pedro Castillo, Hadapi Tuntutan Pidana

Presiden Peru yang Dimakzulkan, Pedro Castillo, Hadapi Tuntutan Pidana

Global
Sambutan untuk Xi Jinping di Arab Saudi Lebih Mewah daripada Joe Biden

Sambutan untuk Xi Jinping di Arab Saudi Lebih Mewah daripada Joe Biden

Global
Perlombaan Senjata Nuklir dan Gerakan Anti-Perang

Perlombaan Senjata Nuklir dan Gerakan Anti-Perang

Global
Pria Lansia Jepang Telepon Kantor Polisi 2.060 Kali Selama 9 Hari, Teriak Pencuri Pajak

Pria Lansia Jepang Telepon Kantor Polisi 2.060 Kali Selama 9 Hari, Teriak Pencuri Pajak

Global
Siapa Viktor Bout? Sang 'Pedagang Maut' yang Jadi Bagian dari Kesepakatan Pertukaran Tahanan AS-Rusia

Siapa Viktor Bout? Sang "Pedagang Maut" yang Jadi Bagian dari Kesepakatan Pertukaran Tahanan AS-Rusia

Global
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.