Kompas.com - 06/07/2022, 14:02 WIB

SANTIAGO, KOMPAS.com - Kerusuhan pelajar pecah di Chile dengan beberapa sekolah menengah di sekitar Santiago diambil alih oleh siswa; satu sekolah dibakar sementara remaja mengenakan hoodie bentrok dengan polisi dan membakar bus kota.

Kerusuhan itu terjadi ketika anak-anak sekolah Chile memulai liburan musim dingin, meninggalkan penutupan semester dengan insiden kekerasan.

Baca juga: Jawaban Rusia Saat Ditanya Keterlibatan dalam Kerusuhan di Uzbekistan

Pada Juni, sekolah menengah bergengsi Internado Nacional Barros Arana (INBA) di Santiago ditutup sementara karena kekerasan "berat", termasuk kantor kepala sekolah yang dibakar.

Di negara yang mengalami perkembangan pesat tetapi tidak merata dalam beberapa dekade terakhir, unjuk kemarahan siswa menjadi lebih sering terjadi. Mereka memprotes sistem pendidikan sekolah dan universitas di Chile yang mahal tapi berkualitas buruk.

Para ahli menilai kondisi sekarang semakin buruk untuk anak-anak, dengan munculnya masalah perilaku terkait pandemi.

Meskipun beberapa tanda efek jangka panjang negatif dari penguncian pandemi Covid-19 pada anak-anak telah terlihat di tempat lain, Chile tampaknya sangat terpukul.

"Kami belum pernah melihat sesuatu yang drastis atau dramatis seperti di sini," kata Francisca Morales, petugas pendidikan UNICEF Chile sebagaimana dilansir Reuters.

Dampak pandemi pada anak utamanya adalah pada remaja dan praremaja yang kembali ke sekolah setelah melewati masa pubertas dalam isolasi, katanya.

Baca juga: Perang Ukraina Terkini: Sekolah di Kyiv Buka Lagi 1 September 2022

Inspektur Pendidikan Chile melaporkan lonjakan 56 persen dalam insiden kekerasan pada semester terakhir dibandingkan dengan 2018 dan 2019 sebelum pandemi, lonjakan yang telah meresahkan politisi, psikolog, dan guru.

"Setelah dua tahun ini, mereka lebih banyak menentang otoritas dan kedisiplinan. Ada penolakan terhadap figur otoritas," kata Esteban Abarca, seorang guru sekolah menengah di sekolah INBA di Santiago.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.