China Diam-diam Lockdown Area Dekat Ibu Kota Jelang Olimpiade Beijing

Kompas.com - 28/01/2022, 15:31 WIB
Para pengunjung berfoto di patung atlet dengan logo Olimpiade di dekat markas Komite Olimpiade Beijing (BOCOG), Kamis (18/11/2021). AP PHOTO/MARK SCHIEFELBEINPara pengunjung berfoto di patung atlet dengan logo Olimpiade di dekat markas Komite Olimpiade Beijing (BOCOG), Kamis (18/11/2021).

XIONG'AN, KOMPAS.com - Otoritas China diam-diam me-lockdown Xiong'an, area dekat Beijing, menyusul munculnya beberapa kasus virus corona.

Namun, aturan dari lockdown yang diterapkan seminggu jelang Olimpiade Beijing ini tidak diumumkan kepada publik.

Sekitar 1,2 juta orang di Xiong'an New Area tak lagi diizinkan masuk atau meninggalkan kompleks perumahan mereka, kata staf pencegahan virus lokal kepada AFP pada Jumat (28/1/2022).

Baca juga: Di Olimpiade Beijing, Pelukan Tidak Dianjurkan, tapi Kondom Disediakan

Xiong'an adalah zona ekonomi baru yang berlokasi 100 kilometer barat daya ibu kota China

Lockdown di China baru-baru diumumkan secara terbuka dan dilaporkan secara luas oleh media pemerintah, tetapi pembatasan di Xiong'an tampaknya diterapkan tanpa pemberitahuan, sehingga memicu kebingungan beberapa penduduk daerah tersebut.

"Kami memperkirakan (lockdown) ini berlangsung sekitar seminggu, tetapi waktu pastinya tidak tahu," kata staf pencegahan virus di Kabupaten Xiong, salah satu dari tiga kabupaten di daerah tersebut.

Mereka menambahkan, pembatasan sudah dimulai pada Selasa (25/1/2022), saat pihak berwenang di distrik lain mencatat lima kasus virus corona yang dikonfirmasi hingga saat ini.

Olimpiade Beijing dimulai pada 4 Februari, dan pihak berwenang China berusaha keras memberantas lonjakan kasus di beberapa kota besar, termasuk Beijing.

China melaporkan 39 kasus Covid-19 domestik pada Jumat (28/1/2022), termasuk klaster omicron baru di kota Hangzhou, lokasi raksasa e-commerce Alibaba.

Sekitar 22 kasus terdeteksi di Hangzhou pada Jumat, dan pejabat kesehatan setempat memperingatkan munculnya kasus lebih lanjut setelah satu pasien ditemukan menghadiri pertemuan lebih dari 300 orang.

Para pejabat di Suifenhe, kota di provinsi Heilongjiang di sepanjang perbatasan Rusia, juga berpacu membasmi wabah mini yang terkait dengan varian Delta.

Olimpiade Beijing akan diadakan dalam "loop tertutup" ketat yang memisahkan semua orang di kejuaraan itu dari populasi China yang lebih luas dalam upaya mengurangi risiko bocornya kasus.

Baca juga: Mengenal Sistem Bubble di Olimpiade Beijing: Apa Itu Loop Tertutup dan Seperti Apa Kehidupannya?

 
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertarungan Mata-mata antara Barat dan Rusia Memanas di Tengah Perang Ukraina

Pertarungan Mata-mata antara Barat dan Rusia Memanas di Tengah Perang Ukraina

Global
KBRI Roma Adakan Joint Webinar dengan Utusan Swiss, Bahas Pertanian Digital

KBRI Roma Adakan Joint Webinar dengan Utusan Swiss, Bahas Pertanian Digital

Global
AS Akan Hapus 5 Kelompok Ekstremis Ini dari Daftar Organisasi Teroris Asing

AS Akan Hapus 5 Kelompok Ekstremis Ini dari Daftar Organisasi Teroris Asing

Global
McDonald's Akan Keluar dari Rusia dan Jual Bisnisnya

McDonald's Akan Keluar dari Rusia dan Jual Bisnisnya

Global
Meski Ada Larangan Ekspor, India Akan Tetap Kirim Gandum ke Negara yang Membutuhkan

Meski Ada Larangan Ekspor, India Akan Tetap Kirim Gandum ke Negara yang Membutuhkan

Global
Sempat Alami Masalah Kesehatan, Ratu Elizabeth II Akhirnya Hadiri Perayaan Jubilee

Sempat Alami Masalah Kesehatan, Ratu Elizabeth II Akhirnya Hadiri Perayaan Jubilee

Global
Turki: Finlandia Gabung NATO dengan Damai, Swedia Provokatif

Turki: Finlandia Gabung NATO dengan Damai, Swedia Provokatif

Global
Saingi Krakatau, Letusan Gunung Tonga Jadi Ledakan Terbesar di Atmosfer yang Pernah Tercatat

Saingi Krakatau, Letusan Gunung Tonga Jadi Ledakan Terbesar di Atmosfer yang Pernah Tercatat

Global
Ketika Angklung Bergema di Markas AC Milan...

Ketika Angklung Bergema di Markas AC Milan...

Global
Derita Warga India “Disengat” Gelombang Panas hingga 49 Derajat Celsius

Derita Warga India “Disengat” Gelombang Panas hingga 49 Derajat Celsius

Global
Korea Utara: Lebih dari 1 Juta Orang Dikhawatirkan Telah Terinfeksi Covid-19

Korea Utara: Lebih dari 1 Juta Orang Dikhawatirkan Telah Terinfeksi Covid-19

Global
Kisah Ibu dengan 7 Anak Berkebutuhan Khusus, Sempat Jenuh tapi Tak Menyerah

Kisah Ibu dengan 7 Anak Berkebutuhan Khusus, Sempat Jenuh tapi Tak Menyerah

Global
Hassan Sheik Mohamud Terpilih sebagai Presiden Somalia untuk Kedua Kalinya dengan Pemilu Damai

Hassan Sheik Mohamud Terpilih sebagai Presiden Somalia untuk Kedua Kalinya dengan Pemilu Damai

Global
Penembakan Massal di Gereja California AS, Pelaku Tembak Jemaat Lansia, Insiden Kedua Minggu Ini

Penembakan Massal di Gereja California AS, Pelaku Tembak Jemaat Lansia, Insiden Kedua Minggu Ini

Global
Profil Sheikh Mohamed bin Zayed, Presiden UEA, Ahli Strategi yang Karismatik

Profil Sheikh Mohamed bin Zayed, Presiden UEA, Ahli Strategi yang Karismatik

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.