Mengenal Sistem Bubble di Olimpiade Beijing: Apa Itu Loop Tertutup dan Seperti Apa Kehidupannya?

Kompas.com - 18/01/2022, 11:02 WIB
Para pengunjung berfoto di patung atlet dengan logo Olimpiade di dekat markas Komite Olimpiade Beijing (BOCOG), Kamis (18/11/2021). AP PHOTO/MARK SCHIEFELBEINPara pengunjung berfoto di patung atlet dengan logo Olimpiade di dekat markas Komite Olimpiade Beijing (BOCOG), Kamis (18/11/2021).

BEIJING, KOMPAS.com - China menyegel Olimpiade Beijing dalam bubble besar tak tertembus yang menyelimuti ribuan orang, dan membentang hampir 200 kilometer dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19.

Olimpiade Beijing akan digelar pada 4-20 Februari 2022, hanya enam bulan setelah Olimpiade Tokyo yang ditunda karena pandemi.

Seperti apa sistem bubble yang diterapkan China di Olimpiade Beijing? Berikut penjelasannya yang dikutip dari AFP, Kamis (13/1/2022).

Baca juga: 4 Kontroversi China Jelang Olimpiade Beijing: Hilangnya Peng Shuai hingga Lonjakan Covid-19

1. Apa itu "loop tertutup"?

China, tempat Covid-19 ditemukan menjelang akhir 2019, berharap untuk menggelar pertandingan yang sederhana, aman, dan luar biasa sesuai dengan strategi ketat nol-Covid negara itu.

Untuk membatasi penyebaran infeksi, para atlet, staf pendukung, relawan, dan media akan berada dalam "loop tertutup" - alias bubble - selama keseluruhan Olimpiade Beijing.

Alih-alih menutup satu area besar ibu kota, bubble itu pada kenyataannya akan menjadi banyak bubble-bubble kecil, seperti hotel yang ditutup di jalan yang digunakan oleh warga Beijing sehari-hari.

Bagi yang terbang ke China, mereka akan berada dalam loop tertutup sejak mendarat di Beijing hingga terbang keluar. Bubble sudah mulai beroperasi minggu lalu.

Warga mengantre untuk melakukan tes Covid-19 secara massal di kota Zhengzhou, provinsi Henan, China tengah, pada 5 Januari 2022.CNS/AFP Warga mengantre untuk melakukan tes Covid-19 secara massal di kota Zhengzhou, provinsi Henan, China tengah, pada 5 Januari 2022.
Tidak seperti Olimpiade Tokyo yang tertunda pandemi musim panas lalu, ketika misalnya media dapat meninggalkan bubble setelah dua minggu dan terbuka ke publik, tidak ada yang akan dapat meninggalkan "loop tertutup" selama Olimpiade Beijing.

Itu termasuk tidur, makan, dan bepergian di antara tiga area Olimpiade, yang terpisah sejauh 180 kilometer.

Staf AFP diangkut dari bandara ke hotel - setelah menjalani tes Covid pertama - dengan bus khusus yang dikawal oleh mobil polisi. Staf di bandara mengenakan baju hazmat dengan masker dan pelindung mata.

Baca juga: Mengenal Strategi Nol Covid China, Begini Cara Kerja dan Risikonya...

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang

Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kali Pertama dalam 50 Tahun, Kongres AS Bicarakan Soal UFO

Kali Pertama dalam 50 Tahun, Kongres AS Bicarakan Soal UFO

Global
WHO: Omicron Bikin Kebijakan Nol-Covid China Tidak Berkelanjutan

WHO: Omicron Bikin Kebijakan Nol-Covid China Tidak Berkelanjutan

Global
Turki Kembali Keberatan Swedia dan Finlandia Gabung NATO

Turki Kembali Keberatan Swedia dan Finlandia Gabung NATO

Global
Covid Korea Utara: 3 Pesawat Terbesar Dikirim ke China untuk Ambil Bantuan Medis

Covid Korea Utara: 3 Pesawat Terbesar Dikirim ke China untuk Ambil Bantuan Medis

Global
Rusia Klaim 1.730 Tentara Ukraina Menyerah di Pabrik Baja Azovstal

Rusia Klaim 1.730 Tentara Ukraina Menyerah di Pabrik Baja Azovstal

Global
Polandia Janji Bantu Swedia dan Finlandia jika Diserang Sebelum Jadi Anggota NATO

Polandia Janji Bantu Swedia dan Finlandia jika Diserang Sebelum Jadi Anggota NATO

Global
Kisah Atlet Bulu Tangkis dari Indonesia Alih Profesi Jadi Pebisnis Kue di Jerman

Kisah Atlet Bulu Tangkis dari Indonesia Alih Profesi Jadi Pebisnis Kue di Jerman

Global
Lewat Sidang Kejahatan Perang, Tentara Rusia Minta Maaf kepada Janda Ukraina

Lewat Sidang Kejahatan Perang, Tentara Rusia Minta Maaf kepada Janda Ukraina

Global
Ketika Burj Khalifa Gedung Tertinggi di Dunia Hilang Ditelan Badai Pasir...

Ketika Burj Khalifa Gedung Tertinggi di Dunia Hilang Ditelan Badai Pasir...

Global
Kemlu: Penolakan Masuk terhadap UAS, Kedaulatan Singapura

Kemlu: Penolakan Masuk terhadap UAS, Kedaulatan Singapura

Global
Teh Madu dan Iklan Layanan Masyarakat, Cara Korut 'Hadapi' Covid-19

Teh Madu dan Iklan Layanan Masyarakat, Cara Korut "Hadapi" Covid-19

Global
Kasus Covid-19 Korea Utara Diduga Sudah Mendekati Angka 2 Juta

Kasus Covid-19 Korea Utara Diduga Sudah Mendekati Angka 2 Juta

Global
Rusia Disebut Tembaki Jet-jet Tempur Israel dengan S-300 di Suriah

Rusia Disebut Tembaki Jet-jet Tempur Israel dengan S-300 di Suriah

Global
Pejabat Rusia yang Tentang Invasi ke Ukraina Tertangkap Basah di Perbasatan AS-Meksiko

Pejabat Rusia yang Tentang Invasi ke Ukraina Tertangkap Basah di Perbasatan AS-Meksiko

Global
Ukraina Terkini: 700 Pejuang Mariupol Menyerah, AS Buka Kembali Kedubes di Kyiv

Ukraina Terkini: 700 Pejuang Mariupol Menyerah, AS Buka Kembali Kedubes di Kyiv

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.