Siswa di 2 Negara Bagian Australia Ini Akan Dites Covid-19 Sepekan 2 Kali

Kompas.com - 23/01/2022, 12:00 WIB
Anak-anak kembali ke sekolah setelah untuk kali pertama sekolah umum New South Wales dibuka kembali sepenuhnya untuk semua siswa dan staf di tengah pelonggaran pembatasan penyakit Covid-19 di Homebush West Public School di Sydney, Australia, Senin (25/5/2020). REUTERS/Loren ElliottAnak-anak kembali ke sekolah setelah untuk kali pertama sekolah umum New South Wales dibuka kembali sepenuhnya untuk semua siswa dan staf di tengah pelonggaran pembatasan penyakit Covid-19 di Homebush West Public School di Sydney, Australia, Senin (25/5/2020).

SYDNEY, KOMPAS.com - Para siswa di dua negara bagian Australia, yakni New South Wales (NSW) dan Victoria akan dites Covid-19 sebanyak dua kali seminggu untuk varian Omicron ketika sekolah mulai dibuka kembali pekan depan.

Faktanya, pengumuman itu muncul ketika Pemerintah Australia melaporkan 58 kematian akibat Covid-19 pada Minggu (23/1/2022).

NSW melaporkan 34 kematian pasien dengan Covid-19, sementara negara bagian Victoria melihat 14 kematian, dan Queensland melaporkan 10 kematian.

Baca juga: Media Australia Tunjuk Lokasi Jakarta di Bali Saat Beritakan Ibu Kota Baru Indonesia

Otoritas kesehatan Australia mengaku yakin wabah varian Omicron telah memuncak di  NSW dan Victoria.

Dua negara bagian terpadat di Australia itu masing-masing melaporkan 20.324 dan 13.091 kasus baru pada Minggu.

Pemimpin NSW Dominic Perrottet mengatakan orang tua siswa akan diminta menggunakan rapid test antigen dua kali sepekan dan melapor ke sekolah serta pemerintah jika hasilnya positif.

"Jutaan alat tes sedang disebarkan ke 3.000 sekolah pekan ini dan para siswa harus dites sebelum menjalani hari pertama belajar di sekolah," kata dia kepada wartawan di Sydney, sebagaimana dikutip dari Reuters, Minggu,

Guru-guru dan murid-murid sekolah menengah atas juga diharuskan untuk memakai masker selalu.

Selain itu, anggota staf sekolah di NSW dan Victoria diharuskan sudah divaksinasi Covid-19.

Baca juga: Australia Sedang Menghadapi Pandemi Covid-19 Terburuknya, Catatkan Rekor Kematian

Guru-guru di Victoria diberi waktu hingga akhir Februari 2022 untuk mendapatkan dosis penguat (booster) vaksin Covid-19, kata pejabat kesehatan setempat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kali Pertama dalam 50 Tahun, Kongres AS Bicarakan Soal UFO

Kali Pertama dalam 50 Tahun, Kongres AS Bicarakan Soal UFO

Global
WHO: Omicron Bikin Kebijakan Nol-Covid China Tidak Berkelanjutan

WHO: Omicron Bikin Kebijakan Nol-Covid China Tidak Berkelanjutan

Global
Turki Kembali Keberatan Swedia dan Finlandia Gabung NATO

Turki Kembali Keberatan Swedia dan Finlandia Gabung NATO

Global
Covid Korea Utara: 3 Pesawat Terbesar Dikirim ke China untuk Ambil Bantuan Medis

Covid Korea Utara: 3 Pesawat Terbesar Dikirim ke China untuk Ambil Bantuan Medis

Global
Rusia Klaim 1.730 Tentara Ukraina Menyerah di Pabrik Baja Azovstal

Rusia Klaim 1.730 Tentara Ukraina Menyerah di Pabrik Baja Azovstal

Global
Polandia Janji Bantu Swedia dan Finlandia jika Diserang Sebelum Jadi Anggota NATO

Polandia Janji Bantu Swedia dan Finlandia jika Diserang Sebelum Jadi Anggota NATO

Global
Kisah Atlet Bulu Tangkis dari Indonesia Alih Profesi Jadi Pebisnis Kue di Jerman

Kisah Atlet Bulu Tangkis dari Indonesia Alih Profesi Jadi Pebisnis Kue di Jerman

Global
Lewat Sidang Kejahatan Perang, Tentara Rusia Minta Maaf kepada Janda Ukraina

Lewat Sidang Kejahatan Perang, Tentara Rusia Minta Maaf kepada Janda Ukraina

Global
Ketika Burj Khalifa Gedung Tertinggi di Dunia Hilang Ditelan Badai Pasir...

Ketika Burj Khalifa Gedung Tertinggi di Dunia Hilang Ditelan Badai Pasir...

Global
Kemlu: Penolakan Masuk terhadap UAS, Kedaulatan Singapura

Kemlu: Penolakan Masuk terhadap UAS, Kedaulatan Singapura

Global
Teh Madu dan Iklan Layanan Masyarakat, Cara Korut 'Hadapi' Covid-19

Teh Madu dan Iklan Layanan Masyarakat, Cara Korut "Hadapi" Covid-19

Global
Kasus Covid-19 Korea Utara Diduga Sudah Mendekati Angka 2 Juta

Kasus Covid-19 Korea Utara Diduga Sudah Mendekati Angka 2 Juta

Global
Rusia Disebut Tembaki Jet-jet Tempur Israel dengan S-300 di Suriah

Rusia Disebut Tembaki Jet-jet Tempur Israel dengan S-300 di Suriah

Global
Pejabat Rusia yang Tentang Invasi ke Ukraina Tertangkap Basah di Perbasatan AS-Meksiko

Pejabat Rusia yang Tentang Invasi ke Ukraina Tertangkap Basah di Perbasatan AS-Meksiko

Global
Ukraina Terkini: 700 Pejuang Mariupol Menyerah, AS Buka Kembali Kedubes di Kyiv

Ukraina Terkini: 700 Pejuang Mariupol Menyerah, AS Buka Kembali Kedubes di Kyiv

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.