Akuarium Mangkuk Berhenti Dijual di Perancis, Disebut Bikin Ikan Cepat Mati

Kompas.com - 23/01/2022, 10:01 WIB
Emie Le Fouest dari Paris, Perancis membawa ikan masnya bernama Luiz Pablo ke akuarium Paris sebagai bagian dari operasi yang diluncurkan untuk merawat ratusan ikan mas yang ditinggalkan oleh wisatawan Perancis, di Paris, Perancis, Senin (20/8/2018). Penjual akuarium terkemuka di Perancis kini memutuskan tidak akan lagi menjual akuarium mangkuk karena diyakini bisa membuat ikan gila dan mati lebih cepat. REUTERS/Pascal RossignolEmie Le Fouest dari Paris, Perancis membawa ikan masnya bernama Luiz Pablo ke akuarium Paris sebagai bagian dari operasi yang diluncurkan untuk merawat ratusan ikan mas yang ditinggalkan oleh wisatawan Perancis, di Paris, Perancis, Senin (20/8/2018). Penjual akuarium terkemuka di Perancis kini memutuskan tidak akan lagi menjual akuarium mangkuk karena diyakini bisa membuat ikan gila dan mati lebih cepat.

PARIS, KOMPAS.com - Vendor akuarium terkemuka di Perancis telah memutuskan untuk berhenti menjual akuarium mangkuk ikan berbentuk bundar karena membuat ikan gila dan membuatnya cepat mati.

Pemimpin pasar perawatan hewan peliharaan Perancis AgroBiothers Laboratoire tidak akan lagi menjual akuarium apa pun dengan kapasitas kurang dari 15 liter.

Mereka juga hanya akan menjual akuarium berbentuk persegi panjang.

Baca juga: Pakai Harimau Asli untuk Iklan, Gucci Digeruduk Pelanggan dan Aktivis Lingkungan

Pasalnya, menempatkan ikan dalam akuarium mangkuk kecil tanpa penyaringan dan oksigenasi adalah kekerasan terhadap hewan.

"Orang-orang membeli ikan mas untuk anak-anak mereka secara impulsif, tetapi jika mereka tahu betapa menyiksanya itu, mereka tidak akan melakukannya. Berputar-putar dalam mangkuk kecil membuat ikan gila dan membunuh mereka dengan cepat," kata CEO AgroBiothers, Matthieu Lambeaux, sebagaimana diberitakan Reuters, Minggu (23/1/2022).

Dia mengatakan, ikan emas dapat hidup hingga 30 tahun dan bertumbuh hingga sekitar 25 cm di akuarium besar atau kolam luar ruangan, tetapi dalam akuarium mangkuk kecil ikan sering mati dalam beberapa pekan atau bulan.

Matthieu mengatakan, ikan mas adalah hewan sosial yang butuh ditemani ikan lain, ruang yang luas dan air bersih, serta orang yang punya akuarium membutuhkan peralatan dan keahlian minimal.

Jerman dan beberapa negara Eropa lain telah lama melarang penggunaan akuarium mangkuk, tapi Perancis tak punya undang-undang tentang masalah itu.

Baca juga: Setelah Panggang Daging Harimau di Hutan, 4 Pria Ini Akhirnya Menyerahkan Diri

"Kami tidak dapat mendidik semua pelanggan kami untuk menjelaskan bahwa menyimpan ikan dalam mangkuk itu kejam. Kami menganggap itu adalah tanggung jawab kami untuk tidak lagi memberi konsumen pilihan itu," kata Lambeaux.

AgroBiothers, yang memiliki pangsa pasar Perancis produk perawatan hewan peliharaan sekitar 27 persen, padahal selama ini berhasil menjual sekitar 50.000 akuarium mangkuk ikan per tahun.

Satu akuarium mangkuk dikenakan harga sekitar 20 euro atau Rp325.000 per buah di tahun-tahun sebelumnya.

“Ada permintaan akan mangkuk ikan, tetapi kenyataannya yang kami tawarkan kepada anak-anak adalah kemungkinan melihat ikan mas mati perlahan-lahan,” jelas dia.

Baca juga: Kebun Binatang di Chile Beri Vaksin Covid-19 Dosis Kedua untuk Harimau dan Orang Utan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertarungan Mata-mata antara Barat dan Rusia Memanas di Tengah Perang Ukraina

Pertarungan Mata-mata antara Barat dan Rusia Memanas di Tengah Perang Ukraina

Global
KBRI Roma Adakan Joint Webinar dengan Utusan Swiss, Bahas Pertanian Digital

KBRI Roma Adakan Joint Webinar dengan Utusan Swiss, Bahas Pertanian Digital

Global
AS Akan Hapus 5 Kelompok Ekstremis Ini dari Daftar Organisasi Teroris Asing

AS Akan Hapus 5 Kelompok Ekstremis Ini dari Daftar Organisasi Teroris Asing

Global
McDonald's Akan Keluar dari Rusia dan Jual Bisnisnya

McDonald's Akan Keluar dari Rusia dan Jual Bisnisnya

Global
Meski Ada Larangan Ekspor, India Akan Tetap Kirim Gandum ke Negara yang Membutuhkan

Meski Ada Larangan Ekspor, India Akan Tetap Kirim Gandum ke Negara yang Membutuhkan

Global
Sempat Alami Masalah Kesehatan, Ratu Elizabeth II Akhirnya Hadiri Perayaan Jubilee

Sempat Alami Masalah Kesehatan, Ratu Elizabeth II Akhirnya Hadiri Perayaan Jubilee

Global
Turki: Finlandia Gabung NATO dengan Damai, Swedia Provokatif

Turki: Finlandia Gabung NATO dengan Damai, Swedia Provokatif

Global
Saingi Krakatau, Letusan Gunung Tonga Jadi Ledakan Terbesar di Atmosfer yang Pernah Tercatat

Saingi Krakatau, Letusan Gunung Tonga Jadi Ledakan Terbesar di Atmosfer yang Pernah Tercatat

Global
Ketika Angklung Bergema di Markas AC Milan...

Ketika Angklung Bergema di Markas AC Milan...

Global
Derita Warga India “Disengat” Gelombang Panas hingga 49 Derajat Celsius

Derita Warga India “Disengat” Gelombang Panas hingga 49 Derajat Celsius

Global
Korea Utara: Lebih dari 1 Juta Orang Dikhawatirkan Telah Terinfeksi Covid-19

Korea Utara: Lebih dari 1 Juta Orang Dikhawatirkan Telah Terinfeksi Covid-19

Global
Kisah Ibu dengan 7 Anak Berkebutuhan Khusus, Sempat Jenuh tapi Tak Menyerah

Kisah Ibu dengan 7 Anak Berkebutuhan Khusus, Sempat Jenuh tapi Tak Menyerah

Global
Hassan Sheik Mohamud Terpilih sebagai Presiden Somalia untuk Kedua Kalinya dengan Pemilu Damai

Hassan Sheik Mohamud Terpilih sebagai Presiden Somalia untuk Kedua Kalinya dengan Pemilu Damai

Global
Penembakan Massal di Gereja California AS, Pelaku Tembak Jemaat Lansia, Insiden Kedua Minggu Ini

Penembakan Massal di Gereja California AS, Pelaku Tembak Jemaat Lansia, Insiden Kedua Minggu Ini

Global
Profil Sheikh Mohamed bin Zayed, Presiden UEA, Ahli Strategi yang Karismatik

Profil Sheikh Mohamed bin Zayed, Presiden UEA, Ahli Strategi yang Karismatik

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.