Rusia Tumpuk Pasukan di Perbatasan Ukraina, NATO Diminta Kirim Lebih Banyak Senjata

Kompas.com - 20/01/2022, 09:00 WIB
Pasukan cadangan Ukraina memegang replika senapan Kalashnikov, dalam latihan militer di dekat Kiev pada 25 Desember 2021. Para peserta pelatihan adalah bagian dari batalyon cadangan yang dibentuk untuk melindungi sebuah distrik di Kiev jika terjadi serangan terhadap kota terbesar di Ukraina itu. Puluhan warga sipil bergabung dengan tentara cadangan Ukraina dalam beberapa bulan terakhir, karena kekhawatiran meningkat bahwa Rusia, yang menurut Kiev telah mengumpulkan sekitar 100.000 tentara di sisi perbatasannya, sedang merencanakan serangan skala besar. AFP/SERGEI SUPINSKYPasukan cadangan Ukraina memegang replika senapan Kalashnikov, dalam latihan militer di dekat Kiev pada 25 Desember 2021. Para peserta pelatihan adalah bagian dari batalyon cadangan yang dibentuk untuk melindungi sebuah distrik di Kiev jika terjadi serangan terhadap kota terbesar di Ukraina itu. Puluhan warga sipil bergabung dengan tentara cadangan Ukraina dalam beberapa bulan terakhir, karena kekhawatiran meningkat bahwa Rusia, yang menurut Kiev telah mengumpulkan sekitar 100.000 tentara di sisi perbatasannya, sedang merencanakan serangan skala besar.

LONDON, KOMPAS.com - Tekanan pada Jerman meningkat dari sekutu Eropa, agar menghentikan penolakan lamanya dan segera ikut memasok senjata ke Ukraina, demi membantu negara itu mempertahankan diri dari serangan Rusia.

Inggris sebelumnya menerbangkan rudal anti-tank jarak pendek ke Ukraina pada Senin (17/1/2022), menghindari wilayah udara Jerman.

Baca juga: Konflik Perbatasan Ukraina Makin Tegang, Rusia Pasang Pasukan Militer di Belarus

Kepada anggota parlemen, Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace menekankan bahwa lebih banyak bantuan militer dan bantuan keamanan ekstra kemungkinan akan datang. Itu mengingat "perilaku yang semakin mengancam" dari Rusia di perbatasan Ukraina, di mana Kremlin telah mengumpulkan lebih dari 100.000 tentara.

Wallace mengatakan ada "alasan yang sah dan nyata untuk mengkhawatirkan" bahwa Rusia sedang merencanakan invasi.

Para pejabat Rusia telah membantah mereka memiliki rencana semacam itu, tetapi Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken memperingatkan Rabu (19/1/2022), menjelang pembicaraan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy, bahwa “rasa ancaman terhadap Ukraina belum pernah terjadi sebelumnya.”

Ukraina menjadi semakin frustrasi dengan Jerman dalam masalah pasokan militer.

Baca juga: Eropa Diambang Perangan karena Konflik Rusia-Ukraina

Menteri Pertahanan Ukraina Oleksii Reznikov mengeluh bulan lalu bahwa Berlin memveto pembelian senapan anti-drone dan sistem anti-sniper dari Badan Dukungan dan Pengadaan NATO, dan menyebut tindakan itu "sangat tidak adil."

Belakangan, Berlin mengalah soal blokir pembelian senapan anti-drone setelah menyimpulkan bahwa itu adalah senjata yang tidak mematikan.

Kiev telah berjuang mengatasi kekurangan peralatan dan kemampuan militer. Tetapi Berlin khawatir bahwa memasok senjata dapat dilihat oleh Moskwa sebagai provokatif dan dapat memicu eskalasi Rusia.

Reznikov telah memperingatkan bahwa ketakutan menghadapi Putin dari posisi yang kuat adalah salah arah. “Tidak memprovokasi Rusia – strategi itu tidak berhasil dan tidak akan berhasil,” katanya bulan lalu.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber VOA
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pejabat Keuangan Nigeria Ditangkap karena Pencucian Uang Hingga Jutaan Dollar

Pejabat Keuangan Nigeria Ditangkap karena Pencucian Uang Hingga Jutaan Dollar

Global
Kremlin Marah Barat Berencana Rebut Aset Rusia lalu Dibelanjakan untuk Kepentingan Ukraina

Kremlin Marah Barat Berencana Rebut Aset Rusia lalu Dibelanjakan untuk Kepentingan Ukraina

Global
Para Ahli Sebut Korea Utara Berada di Ambang Bencana Covid-19

Para Ahli Sebut Korea Utara Berada di Ambang Bencana Covid-19

Global
Ukraina Siap Lakukan Segala Hal demi Selamatkan Pejuang Mariupol

Ukraina Siap Lakukan Segala Hal demi Selamatkan Pejuang Mariupol

Global
Situasi Genting Sri Lanka, Bagaimana Nasib Turis dan Pariwisata?

Situasi Genting Sri Lanka, Bagaimana Nasib Turis dan Pariwisata?

Global
Finlandia dan Swedia Daftar NATO, Arsitektur Keamanan Eropa Berubah

Finlandia dan Swedia Daftar NATO, Arsitektur Keamanan Eropa Berubah

Global
AS Beri Kelonggaran Sanksi ke Kuba, Ubah Kebijakan Era Trump

AS Beri Kelonggaran Sanksi ke Kuba, Ubah Kebijakan Era Trump

Global
Nasib Pasukan Ukraina yang Menyerah dari Mariupol Tidak Jelas, Bisa Jadi Tawanan Rusia?

Nasib Pasukan Ukraina yang Menyerah dari Mariupol Tidak Jelas, Bisa Jadi Tawanan Rusia?

Global
Putin: Embargo Minyak Rusia oleh Uni Eropa Sama Saja Bunuh Diri

Putin: Embargo Minyak Rusia oleh Uni Eropa Sama Saja Bunuh Diri

Global
Parlemen Finlandia Bilang 'Ya' untuk Gabung NATO

Parlemen Finlandia Bilang "Ya" untuk Gabung NATO

Global
Terus Dihantui Mimpi Buruk, Komplotan Pencuri Mengembalikan Patung Jarahannya ke Kuil Kuno

Terus Dihantui Mimpi Buruk, Komplotan Pencuri Mengembalikan Patung Jarahannya ke Kuil Kuno

Global
Hari-hari Pamungkas McDonald's di Rusia, Antre Panjang untuk Big Mac Terakhir, Rela Berkendara 250 Km

Hari-hari Pamungkas McDonald's di Rusia, Antre Panjang untuk Big Mac Terakhir, Rela Berkendara 250 Km

Global
Terdesak Kebutuhan dan Kebuntuan Sanksi, Uni Eropa Izinkan Pembelian Gas Rusia Diteruskan

Terdesak Kebutuhan dan Kebuntuan Sanksi, Uni Eropa Izinkan Pembelian Gas Rusia Diteruskan

Global
Wanita Ini Menyamar Jadi Pria Selama 36 Tahun demi Bisa Besarkan Anak dengan Aman

Wanita Ini Menyamar Jadi Pria Selama 36 Tahun demi Bisa Besarkan Anak dengan Aman

Global
Singapura Sebut Alasan UAS Ditolak Masuk, Tuding Ajarkan Ekstremisme

Singapura Sebut Alasan UAS Ditolak Masuk, Tuding Ajarkan Ekstremisme

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.