Anggota Taliban Bunuh 100 Mantan Pasukan Keamanan Afghanistan

Kompas.com - 01/12/2021, 12:49 WIB
Pasukan perbatasan Taliban berpatroli setelah program pelatihan tiga minggu di Lashkar Gah, provinsi Helmand, barat daya, Afghanistan, Senin, 25 Oktober 2021. AP PHOTO/ABDUL KHALIQPasukan perbatasan Taliban berpatroli setelah program pelatihan tiga minggu di Lashkar Gah, provinsi Helmand, barat daya, Afghanistan, Senin, 25 Oktober 2021.

KABUL, KOMPAS.com – Lebih dari 100 mantan pasukan keamanan Afghanistan telah dibunuh oleh anggota Taliban atau hilang sejak kelompok tersebut menduduki Kabul pada 15 Agustus.

Human Rights Watch (HRW) dalam laporan terbarunya menuturkan, amnesti yang dijanjikan oleh petinggi Taliban tidak mampu mencegah komandan lokal menyerang mantan tentara dan polisi Afghanistan.

HRW juga menuduh petinggi Taliban justru memaafkan pembunuhan terhadap mantan pasukan keamanan Afghanistan yang disengaja.

Baca juga: Delegasi AS Gelar Pertemuan dengan Taliban di Qatar, Ini yang Dibahas

Seorang juru bicara Taliban baru-baru ini membantah adanya pembunuhan atas nama balas dendam sebagaimana dilansir BBC, Selasa (30/11/2021).

Setelah kembali berkuasa di Afghanistan, Taliban meyakinkan mantan staf pemerintah sebelumnya bahwa mereka akan aman dan diberi pengampunan.

Mantan polisi dan tentara Afghanistan juga termasuk pihak yang dijanjikan keamanannya.

Namun, banyak yang meragukan janji tersebut. Pasalnya, Taliban memiliki sejarah panjang dalam pembunuhan personel pasukan keamanan dan tokoh masyarakat sipil.

Baca juga: Dokter Muda Afghanistan Dibunuh Taliban karena Tak Berhenti di Pos Pemeriksaan

Kelompok tersebut diyakini bertanggung jawab atas serangkaian pembunuhan yang kejam dan berdarah dalam tempo 18 bulan antara awal 2020 hingga Agustus 2021.

Para korban tewas tersebut termasuk hakim, jurnalis, dan aktivis perdamaian.

Sejumlah analis mengatakan, pembunuhan-pembunuhan itu dirancang untuk menghilangkan para pengkritik menjelang kembalinya Taliban kekuasaan dan menanamkan rasa takut pada mereka yang masih hidup.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.