Delegasi AS Gelar Pertemuan dengan Taliban di Qatar, Ini yang Dibahas

Kompas.com - 01/12/2021, 11:33 WIB
Pejabat Taliban Abdul Salam Hanafi, tengah, dan anggota delegasi politik lainnya dari gerakan Taliban Afghanistan tiba untuk menghadiri pembicaraan yang melibatkan perwakilan Afghanistan di Moskwa, Rusia, Rabu, 20 Oktober 2021. AP PHOTO/ALEXANDER ZEMLIANICHENKOPejabat Taliban Abdul Salam Hanafi, tengah, dan anggota delegasi politik lainnya dari gerakan Taliban Afghanistan tiba untuk menghadiri pembicaraan yang melibatkan perwakilan Afghanistan di Moskwa, Rusia, Rabu, 20 Oktober 2021.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Delegasi AS mengadakan pembicaraan dengan perwakilan senior Taliban Afghanistan di Qatar pada Senin (29/11/2021) dan Selasa (30/11/2021).

Kementerian Luar Negeri AS mengatakan, delegasi tersebut dipimpin oleh perwakilan khusus AS untuk Afghanistan, Thomas West.

Delegasi AS tersebut terdiri dari komunitas intelijen, Kementerian Keuangan AS, dan badan bantuan internasional AS atau USAID.

Baca juga: Dokter Muda Afghanistan Dibunuh Taliban karena Tak Berhenti di Pos Pemeriksaan

Dari pihak Taliban sendiri juga ada bebera tokoh profesional teknokrat Afghanistan dalam pertemuan tersebut.

Kedua belah pihak membahas tanggapan masyarakat internasional terhadap krisis kemanusiaan di Afghanistan.

Kementerian Luar Negeri AS menambahkan, delegasi AS berjanji untuk terus mendukung upaya PBB untuk mengatasi situasi tersebut sebagaimana dilansir Reuters.

Kementeian tersebut menambahkan, delegasi AS juga menyatakan keprihatinannya mengenai tuduhan pelanggaran hak asasi manusia di Afghanistan.

Baca juga: Pemimpin Pemerintahan Taliban Muncul dan Berjanji Tidak Ikut Campur Urusan Negara Lain

Mereka lantas mendesak Taliban melindungi hak-hak semua warga Afghanistan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk membentuk pemerintahan yang inklusif dan representatif.

Delegasi AS turut mendesak Taliban untuk berkomitmen menyediakan akses pendidikan ke seluruh negeri di semua tingkatan untuk anak perempuan dan perempuan.

Kementerian Luar Negeri AS menuturkan, Taliban bersedia terlibat dengan komunitas internasional tentang akses penuh ke pendidikan di Afghanistan.

“Dan menyambut baik upaya untuk memverifikasi dan memantau kemajuan untuk mendaftarkan anak perempuan dan perempuan di semua tingkatan sekolah," kata Kementerian Luar Negeri AS.

Baca juga: Laporan 100 Hari Pertama Setelah Taliban Berkuasa di Afghanistan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.