Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Warga Rafah Menari dan Bersorak Mendengar Hamas Terima Usulan Gencatan Senjata di Gaza...

Kompas.com - 07/05/2024, 10:29 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

Sumber AFP,Reuters

GAZA, KOMPAS.com - Orang-orang tersenyum, menari, dan bersorak di jalan-jalan Kota Rafah, Gaza selatan, pada Senin (6/5/2024).

Mereka gembira setelah tahu Hamas menyatakan setuju terhadap usulan gencatan senjata di Gaza dari penengah Mesir dan Qatar.

"Saya merasakan sukacita dan berlutut di hadapan Tuhan sebagai rasa syukur setelah pengumuman gencatan senjata," kata Nour al-Fara (56).

Baca juga: Hamas Terima Usulan Gencatan Senjata di Gaza, Jeda Perang 7 Bulan

Ia bercerita keluarganya telah diliputi kecemasan sejak Senin pagi setelah pasukan Israel memerintahkan penduduk di beberapa bagian Rafah mengungsi.

Nour dan keluargnya pun telah mengemasi barang-barang untuk bersiap-siap mengungsi ke tempat lain. 

Ia mengaku kabar Hamas menyetujui gencatan senjata membuatnya sangat lega.

Sebagaimana dilansir Kantor berita AFP, orang-orang di Rafah berkumpul dalam jumlah ratusan, mengibar-kibarkan bendera Palestina, bahkan ada yang memegang mesin kabut pesta di udara untuk memeriahkan suasana.

Sementara yang lain, bertengger di pundak teman-temannya sambil bertepuk tangan di atas kerumunan.

Beberapa menari mengelilingi api unggun yang menyala di trotoar, dan yang lainnya mengangkat tangan mereka sebagai tanda kemenangan.

Para pria berdiri di atas bus dan truk, melambaikan saputangan atau melambaikan tangan mereka ke udara saat mereka merayakannya.

Baca juga: 5 Orang Tewas di Rafah dalam Serangan Udara Israel Semalam

"Kami sangat senang, kami saling berpelukan dan menangis," kata Farah (31) kepada AFP.

Kegembiraannya dibayangi oleh prospek kehidupan masa depan di Gaza yang dilanda perang.

"Kami memikirkan bagaimana kami akan membangun kembali kehidupan kami setelah kehancuran rumah-rumah kami di Gaza," ucapnya.

Lebih berhati-hati, Bakri Abdulhamid (40) mengaku bergembira tapi belum seutuhnya. Sebab, Israel belum menyepakati usulan gencatan senjata tersebut.

"Kami juga menunggu persetujuan penjajah," ungkapnya.

Terpisah, Reuters melaporkan, Israel menilai persyaratan gencatan senjata yang disetujui Hamas tidak memenuhi tuntutannya.

Israel tetap bersikeras untuk terus melanjutkan serangan di Rafah sambil berencana untuk melanjutkan negosiasi mengenai kesepakatan.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang

Terkini Lainnya

Ini Gerobak Dorong Tercepat di Dunia Racikan Mekanik Inggris

Ini Gerobak Dorong Tercepat di Dunia Racikan Mekanik Inggris

Global
Jurnalis Rusia Tewas dalam Serangan Drone Ukraina

Jurnalis Rusia Tewas dalam Serangan Drone Ukraina

Global
Serangan Udara AS Sasar Pemimpin Tertinggi ISIS di Somalia

Serangan Udara AS Sasar Pemimpin Tertinggi ISIS di Somalia

Global
Nuklir dan Keamanan Pangan Jadi Fokus KTT Perdamaian Ukraina di Swiss

Nuklir dan Keamanan Pangan Jadi Fokus KTT Perdamaian Ukraina di Swiss

Global
Adidas Selidiki Dugaan Korupsi Besar Perusahaannya di China

Adidas Selidiki Dugaan Korupsi Besar Perusahaannya di China

Global
Qatar-Mesir Rencanakan Pembicaraan dengan Hamas Terkait Gencatan Senjata di Gaza

Qatar-Mesir Rencanakan Pembicaraan dengan Hamas Terkait Gencatan Senjata di Gaza

Global
Spesies Ikan Baru Mirip Piranha Dinamai Sauron, seperti Karakter di Lord of the Rings

Spesies Ikan Baru Mirip Piranha Dinamai Sauron, seperti Karakter di Lord of the Rings

Global
Israel Umumkan Jeda Taktis di Gaza Selatan Setiap Pagi-Malam, Ini Tujuannya

Israel Umumkan Jeda Taktis di Gaza Selatan Setiap Pagi-Malam, Ini Tujuannya

Global
Pantai Pulau Sentosa Singapura Ditutup karena Ada Tumpahan Minyak

Pantai Pulau Sentosa Singapura Ditutup karena Ada Tumpahan Minyak

Global
China Akan Ambil Panda Wang Wang dan Fu Ni dari Kebun Binatang Adelaide Australia, tapi...

China Akan Ambil Panda Wang Wang dan Fu Ni dari Kebun Binatang Adelaide Australia, tapi...

Global
Rangkuman Hari Ke-843 Serangan Rusia ke Ukraina: KTT Swiss Dimulai | Kamala Harris Umumkan Bantuan Rp 24,7 Triliun

Rangkuman Hari Ke-843 Serangan Rusia ke Ukraina: KTT Swiss Dimulai | Kamala Harris Umumkan Bantuan Rp 24,7 Triliun

Global
Khotbah Arafah Diterjemahkan ke 20 Bahasa dan Didengar 1 Miliar Orang, Apa Isinya?

Khotbah Arafah Diterjemahkan ke 20 Bahasa dan Didengar 1 Miliar Orang, Apa Isinya?

Global
Usai Wukuf di Arafah, Jemaah Haji Bermalam di Muzdalifah, Arab Saudi Pastikan Kelancaran

Usai Wukuf di Arafah, Jemaah Haji Bermalam di Muzdalifah, Arab Saudi Pastikan Kelancaran

Global
Israel Akui 8 Lagi Tentaranya Tewas di Gaza

Israel Akui 8 Lagi Tentaranya Tewas di Gaza

Global
Warga Gaza Sambut Idul Adha 2024 dengan Rasa Lapar dan Penderitaan...

Warga Gaza Sambut Idul Adha 2024 dengan Rasa Lapar dan Penderitaan...

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com