Masalah Kesepakatan Nuklir Iran dan Kepentingan Negara-negara yang Terlibat di Dalamnya

Kompas.com - 30/11/2021, 12:30 WIB
Foto yang dirilis pada 9 April 2019 oleh kantor kepresidenan Iran, menampilkan Presiden Iran Hassan Rouhani (kanan) saat mengunjungi fasilitas teknologi nuklir Iran di Teheran. AFP PHOTO / HANDOUTFoto yang dirilis pada 9 April 2019 oleh kantor kepresidenan Iran, menampilkan Presiden Iran Hassan Rouhani (kanan) saat mengunjungi fasilitas teknologi nuklir Iran di Teheran.

WINA, KOMPAS.com - Pembicaraan untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015 dengan Iran dimulai di Austria pada Senin (29/11/2021).

Tetapi persaingan ambisi dari negara-negara yang terlibat membuat kemungkinan kesuksesan menjadi jauh, menurut Jonathan Marcus, Mantan Koresponden Pertahanan dan Diplomatik, BBC News.

Sejak pemerintahan Trump meninggalkan kesepakatan nuklir 2015 dengan Iran pada Mei 2018, perjanjian yang dikenal sebagai JCPOA (Joint Comprehensive Plan of Action) kerap disebut dalam kondisi kritis.

Perjanjian minggu ini dapat menentukan apakah akhirnya kesepakatan nuklir 2015 dinyatakan mati atau paling tidak, apakah ada sesuatu yang dapat dilakukan untuk menyelamatkanya, guna mencegah krisis Timur Tengah yang baru.

Pertemuan formal di Wina akan melibatkan Iran, bersama dengan Rusia, China dan yang disebut Eropa 3 - yaitu Inggris, Perancis dan Jerman.

Baca juga: Inggris dan Israel Buat Pakta Pertahanan, Berkomitmen Cegah Iran Peroleh Senjata Nuklir

Awal mula kesepakatan nuklir 2015 - JCPOA

Kesepakatan awal terjadi karena ada ketakutan nyata di Barat soal tujuan utama Iran mengembangkan nuklir.

Pertama Iran dapat secara eksplisit mengembangkan kemampuan senjata nuklir. Kedua Iran dapat menjadi apa yang disebut negara “latensi nuklir”.

Artinya, Iran dapat menjadi salah satu negara yang memiliki semua pengetahuan teknis dan sarana soal nuklir, dan sewaktu-waktu bisa mengembangkan kemampuannya dengan cepat.

Israel dan Amerika Serikat (AS) melihat ini sebagai hal yang tidak dapat diterima.

Kesepakatan JCPOA, meski dalam arti yang tidak sempurna, dipandang oleh banyak orang sebagai pilihan terbaik. Sebab mungkin mengulur waktu untuk pengembangan hubungan yang lebih positif dengan Teheran.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketika Warga Afghanistan Jual Anak dan Ginjal karena Putus Asa dalam Kelaparan…

Ketika Warga Afghanistan Jual Anak dan Ginjal karena Putus Asa dalam Kelaparan…

Global
Roket Elon Musk SpaceX Akan Tabrak Bulan setelah 7 Tahun Jadi Sampah Luar Angkasa

Roket Elon Musk SpaceX Akan Tabrak Bulan setelah 7 Tahun Jadi Sampah Luar Angkasa

Global
POPULER GLOBAL: Kisah Liu Xuezhou Ditolak Orang Tuanya Dua Kali | Tanggapan Singapura Soal FIR Kepri

POPULER GLOBAL: Kisah Liu Xuezhou Ditolak Orang Tuanya Dua Kali | Tanggapan Singapura Soal FIR Kepri

Global
Pengisi Suara Charlie Brown, Peter Robbins, Meninggal karena Bunuh Diri

Pengisi Suara Charlie Brown, Peter Robbins, Meninggal karena Bunuh Diri

Global
Sejarah Pemakaian Tisu Toilet, Mengapa di Beberapa Negara Lebih Dipilih Dibanding Air?

Sejarah Pemakaian Tisu Toilet, Mengapa di Beberapa Negara Lebih Dipilih Dibanding Air?

Global
Ada Angsa Duduk di Rel, Belasan Perjalanan Kereta London Sempat Tertunda

Ada Angsa Duduk di Rel, Belasan Perjalanan Kereta London Sempat Tertunda

Global
Mengenang Dua Tahun Kepergian Kobe Bryant

Mengenang Dua Tahun Kepergian Kobe Bryant

Global
Kisah CEO Tunanetra: Dulu Diremehkan Orang, Kini Perusahaannya Bernilai Nyaris Rp 1 Triliun

Kisah CEO Tunanetra: Dulu Diremehkan Orang, Kini Perusahaannya Bernilai Nyaris Rp 1 Triliun

Global
Viral, Video Detik-detik Longsor di Selangor, Memakan Badan Jalan hingga “Menelan” Sejumlah Mobil

Viral, Video Detik-detik Longsor di Selangor, Memakan Badan Jalan hingga “Menelan” Sejumlah Mobil

Global
Israel Selidiki Dugaan Korupsi Pembelian Kapal Selam dari Jerman

Israel Selidiki Dugaan Korupsi Pembelian Kapal Selam dari Jerman

Global
Kenapa Rusia-Ukraina Perang dan Apa yang Diincar Putin?

Kenapa Rusia-Ukraina Perang dan Apa yang Diincar Putin?

Internasional
Ukraina Teriak, Minta Komunitas Internasional Cegah Rusia Lancarkan Invasi

Ukraina Teriak, Minta Komunitas Internasional Cegah Rusia Lancarkan Invasi

Global
Finlandia Siagakan Militernya Setelah Ketegangan soal Ukraina Meningkat

Finlandia Siagakan Militernya Setelah Ketegangan soal Ukraina Meningkat

Global
Sekelompok Kasus Covid-19 Baru Ditemukan, China Lockdown Wilayah Dekat Desa Olimpiade

Sekelompok Kasus Covid-19 Baru Ditemukan, China Lockdown Wilayah Dekat Desa Olimpiade

Global
Emir Qatar akan Bertemu Joe Biden Pekan Depan, Bahas Keamanan dan Afghanistan

Emir Qatar akan Bertemu Joe Biden Pekan Depan, Bahas Keamanan dan Afghanistan

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.