Parahnya Covid-19 Jerman, Pesawat Militer Dikerahkan Bantu Pasien Cari RS ke Seluruh Negeri

Kompas.com - 28/11/2021, 07:34 WIB
A Bundeswehr aircraft stands with its side flap open at the airport in Memmingen, Germany, Friday, Nov. 26, 2021. The German air force Luftwaffe will begin assisting the transfer of intensive care patients from hospitals in Bavaria to northern German states. (Peter Kneffel/dpa via AP) PETER KNEFFEL/DPA via AP PHOTOA Bundeswehr aircraft stands with its side flap open at the airport in Memmingen, Germany, Friday, Nov. 26, 2021. The German air force Luftwaffe will begin assisting the transfer of intensive care patients from hospitals in Bavaria to northern German states. (Peter Kneffel/dpa via AP)

BERLIN, KOMPAS.com - Jerman mengerahkan pesawat militer Angkatan Udara untuk membantu memindahkan pasien ke seluruh negeri, ketika banyak rumah sakit penuh akibat lonjakan jumlah kasus Covid-19.

Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn, Sabtu (27/11/2021), mengatakan ia berharap pemandangan itu dapat menjadi "penyadaran" bagi jutaan orang yang masih menunggu untuk divaksinasi Covid-19.

Baca juga: Inggris, Jerman dan Italia Laporkan Temuan Kasus Varian Omicron, Israel Tutup Total Perbatasan

Dia mengingatkan itu untuk memberikan tekanan pada situasi virus corona yang memburuk di Jerman.

Jerman juga meningkatnya persyaratan kepada orang-orang untuk memberikan bukti vaksinasi atau pemulihan baru-baru ini, ketika ingin mengambil bagian dalam banyak kegiatan.

Spahn mengatakan ada peningkatan jumlah vaksinasi selama seminggu terakhir terutama pada orang yang mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 pertama, dengan 450.000 tercatat.

Tapi itu masih belum cukup dan “angka dari hampir 12 juta orang dewasa yang tidak divaksinasi ini masih jauh, terlalu tinggi,” kata Spahn pada acara balai kota secara online.

Sejauh ini, 68,4 persen dari populasi 83 juta orang Jerman telah divaksinasi lengkap, di bawah ambang batas minimum 75 persen yang ditetapkan pemerintah. Ada variasi regional yang signifikan.

Baca juga: Kasus Covid-19 Jerman Naik 400 Per 100.000 Penduduk, PM: Aturan Pembatasan Ketat Tidak Bisa Dihindari

Rumah sakit di wilayah selatan dan timur Jerman memperingatkan bahwa mereka kehabisan tempat tidur perawatan intensif, karena banyaknya pasien Covid-19 yang sakit parah.

Jerman harus mengatur transfer pasien skala besar di dalam negeri untuk pertama kalinya sejak wabah dimulai pada awal 2020, termasuk dengan bantuan dari militer.

“Ini diharapkan akan menyadarkan banyak orang bahwa vaksinasi adalah hal yang cukup baik,” kata Spahn melansir AP pada Sabtu (27/11/2021).

Jerman telah melihat peningkatan tanpa henti dalam infeksi virus corona selama beberapa pekan terakhir, dengan tingkat infeksi mencapai titik tertinggi baru setiap hari.

Pada Sabtu (27/11/2021), Covid-19 Jerman mencatat ada 444,3 kasus baru per 100.000 penduduk selama tujuh hari terakhir. Jumlah kematian Covid-19 yang diketahui di Jerman naik di atas 100.000 pada Kamis (25//11/2021).

Sementara itu, pemerintah baru diperkirakan akan mengambil alih pada awal Desember, dan masa transisi telah disalahkan karena melumpuhkan respons Jerman terhadap pandemi.

Baca juga: POPULER GLOBAL: Pria Beruntung Beli Lukisan Rp 428.000, Dijual Bisa Rp 713 Miliar | Menteri Jerman Peringatkan Divaksin Sembuh, atau Mati

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Video Pilihan

Sumber AP
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.