Terungkap, Ini Susunan Rencana Joker Jepang Saat Menyerang Kereta Tokyo

Kompas.com - 02/11/2021, 21:57 WIB
Kyota Hattori, 24, yang ditangkap atas dugaan insiden penikaman, pembakaran, dan asam di kereta Keio Line pada hari Halloween pada 31 Oktober 2021. KYODO/REUTERS via VOA INDONESIAKyota Hattori, 24, yang ditangkap atas dugaan insiden penikaman, pembakaran, dan asam di kereta Keio Line pada hari Halloween pada 31 Oktober 2021.

TOKYO, KOMPAS.com - Seorang gelandangan yang mengagumi tokoh Joker dari komik Batman memilih berdandan layaknya sang tokoh dan melakukan serangan di malam Halloween di kereta Tokyo ternyata memiliki keinginan yang menyeramkan.

Ia "ingin membunuh banyak orang”, dan telah merencanakan aksi penyerangan tersebut selama berbulan-bulan dengan membeli pisau secara daring dari internet, kata polisi dan media pada Selasa (2/11/2021).

Aksi penusukan dan pembakaran, yang secara singkat menyebabkan api berkobar di gerbong kereta, dilakukan pada Minggu (31/10.2021) malam ketika banyak pengunjung pesta menuju ke Tokyo untuk perayaan Halloween.

Baca juga: Pria Berkostum ala Joker Tusuk 17 Penumpang Kereta Tokyo dan Menyulut Api

Aksi tersebut membuat penumpang berteriak di lorong kereta dan berebut keluar dari jendela untuk melarikan diri.

Peserta Halloween, mengenakan kostum Spiderman, naik kereta setelah malam Halloween di distrik Shibuya Tokyo, 1 November 2014.REUTERS/YUYA SHINO via VOA INDONESIA Peserta Halloween, mengenakan kostum Spiderman, naik kereta setelah malam Halloween di distrik Shibuya Tokyo, 1 November 2014.
Reuters mengutip seorang juru bicara polisi, Selasa (2/11), melaporkan seorang pria berusia 70-an masih berada dalam kondisi serius dengan luka tusuk di tubuhnya dan 16 korban lainnya tengah dirawat karena luka ringan, sebagian besar karena menghirup asap dari kebakaran yang terjadi di dalam gerbong.

Kyota Hattori, 24 tahun, mengenakan pakaian warna-warni sebagai Joker, ditangkap di tempat dan kemudian mengatakan kepada penyelidik "Saya ingin membunuh banyak orang, saya ingin hukuman mati," tambah juru bicara polisi dikutip dari VOA Indonesia.

Dalam rekaman video terlihat ia duduk di kursi di gerbong kereta dengan tenang sambil merokok sebelum melakukan serangan. Hattori membeli pisau yang dia gunakan melalui Internet dan membawa sekitar 4 liter cairan pemantik dalam botol plastik ketika dia menuju ke Tokyo, menurut laporan media.

Baca juga: Sosok “Joker”, Pelaku Penusukan di Kereta Tokyo Terekam Santai Merokok dan Pegang Pisau

Hattori, yang mengatakan kepada penyelidik mengenai "hal-hal yang tidak berjalan baik dengan pekerjaan dan teman-teman," diperkirakan telah mulai merencanakan serangan pada awal Juni.

Saat itu dia berhenti dari pekerjaannya di kota barat daya Fukuoka dan mulai pindah ke timur. Ia tinggal selama beberapa waktu di kota-kota besar sampai dia mencapai Tokyo sebulan yang lalu, tambah laporan itu.

Ia memilih Halloween karena Hattori tahu Tokyo akan ramai. Ia meninggalkan hotelnya di sore hari dan naik kereta api ke distrik Shibuya, populer di kalangan anak muda dan terkenal dengan pesta jalanan Halloween, di mana orang-orang berkostum berkumpul untuk berjalan-jalan dan minum.

Setelah itu dia naik kereta api dari kota tetapi kemudian berganti ke kereta yang lain menuju ke arah sebaliknya. Saat itu kereta di mana dia melakukan serangan itu sedang dipenuhi oleh banyak orang, demikian menurut laporan yang ditolak polisi untuk dikonfirmasi.

Menteri Transportasi Tetsuo Saito mengatakan pada konferensi pers pada Selasa (2/11) bahwa pemerintah memerintahkan perusahaan kereta api untuk meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah serangan lebih lanjut.

"Kereta api sangat penting bagi kehidupan masyarakat, dan sangat penting untuk dapat merasa aman saat Anda mengendarainya," tambahnya.

Baca juga: Brutalnya Serangan Joker di Kereta Jepang, Pelaku Sengaja Ingin Dihukum Mati

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fenomena Langka Salju Turun di Gurun Sahara Terjadi Lagi, Kelima Kalinya dalam 42 Tahun

Fenomena Langka Salju Turun di Gurun Sahara Terjadi Lagi, Kelima Kalinya dalam 42 Tahun

Global
Konflik Perbatasan Ukraina Makin Tegang, Rusia Pasang Pasukan Militer di Belarus

Konflik Perbatasan Ukraina Makin Tegang, Rusia Pasang Pasukan Militer di Belarus

Global
Darurat Kesehatan Covid-19 Harusnya Bisa Berakhir Tahun Ini, WHO Ungkap Masalahnya

Darurat Kesehatan Covid-19 Harusnya Bisa Berakhir Tahun Ini, WHO Ungkap Masalahnya

Global
Reaksi Media Asing soal Pemindahan Ibu Kota Negara Indonesia, Singgung Nama Nusantara hingga Ahok

Reaksi Media Asing soal Pemindahan Ibu Kota Negara Indonesia, Singgung Nama Nusantara hingga Ahok

Global
Viral Video Rusa Terekam Melompat Sangat Tinggi seperti “Melayang di Udara”

Viral Video Rusa Terekam Melompat Sangat Tinggi seperti “Melayang di Udara”

Global
Strategi Transisi Energi Pemerintah Indonesia Perlu Dipercepat

Strategi Transisi Energi Pemerintah Indonesia Perlu Dipercepat

Global
Inggris Larang Iklan Anak Makan Keju Sambil Menggantung Terbalik, Ini Alasannya

Inggris Larang Iklan Anak Makan Keju Sambil Menggantung Terbalik, Ini Alasannya

Global
Tanggapan Mendagri Malaysia Soal Nasib Rohana, Wanita Keturunan Indonesia yang Kesulitan Dapat Kewarganegaraan

Tanggapan Mendagri Malaysia Soal Nasib Rohana, Wanita Keturunan Indonesia yang Kesulitan Dapat Kewarganegaraan

Global
Ketika Mahasiswi Muslim di India Dilarang Masuk Kelas karena Pakai Hijab...

Ketika Mahasiswi Muslim di India Dilarang Masuk Kelas karena Pakai Hijab...

Global
FOTO: Penampakan Tonga Sebelum dan Setelah Letusan Gunung Berapi, Kini Tertutup Abu Tebal

FOTO: Penampakan Tonga Sebelum dan Setelah Letusan Gunung Berapi, Kini Tertutup Abu Tebal

Global
Hong Kong Akan Bunuh 2.000 Hewan Kecil, Termasuk Hamster dan Kelinci, karena Covid-19

Hong Kong Akan Bunuh 2.000 Hewan Kecil, Termasuk Hamster dan Kelinci, karena Covid-19

Global
Brasil Catatkan Rekor Baru Kasus Covid-19 Harian, Capai 137.000 Kasus

Brasil Catatkan Rekor Baru Kasus Covid-19 Harian, Capai 137.000 Kasus

Global
POPULER GLOBAL: TV Australia Putar Video YouTuber Indonesia Saat Beritakan Tsunami Tonga | Delegasi Indonesia Dilaporkan Kunjungi Israel

POPULER GLOBAL: TV Australia Putar Video YouTuber Indonesia Saat Beritakan Tsunami Tonga | Delegasi Indonesia Dilaporkan Kunjungi Israel

Global
Makan Sangat Banyak di All You Can Eat karena Tak Mau Rugi, Wanita Ini Berakhir di RS

Makan Sangat Banyak di All You Can Eat karena Tak Mau Rugi, Wanita Ini Berakhir di RS

Global
5 Bencana Kepunahan Massal di Bumi dalam 4,5 Miliar Tahun Sejarahnya

5 Bencana Kepunahan Massal di Bumi dalam 4,5 Miliar Tahun Sejarahnya

Internasional
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.