China dan Rusia Kembali Desak DK PBB Cabut Sanksi untuk Korea Utara

Kompas.com - 02/11/2021, 17:52 WIB
Orang-orang menonton layar TV yang menampilkan gambar pemimpin Korea Utara Kim Jong Un selama program berita di Stasiun Kereta Api Seoul di Seoul, Korea Selatan, Selasa, 12 Oktober 2021. AP PHOTO/AHN YOUNG-JOONOrang-orang menonton layar TV yang menampilkan gambar pemimpin Korea Utara Kim Jong Un selama program berita di Stasiun Kereta Api Seoul di Seoul, Korea Selatan, Selasa, 12 Oktober 2021.

JENEWA, KOMPAS.com - China dan Rusia mendorong Dewan Keamanan (DK) PBB untuk melonggarkan sanksi terhadap Korea Utara, sebagai upaya menghidupkan kembali usaha serupa sebelumnya yang gagal pada 2019.

Kedua negara mengajukan rancangan resolusi yang dikerjakan ulang, yang dilihat oleh Reuters pada Senin (1/11/2021). Isinya mengusulkan penghapusan larangan ekspor patung, makanan laut dan tekstil Pyongyang, serta mengangkat batas impor minyak olahan.

Baca juga: Di Tengah Krisis Pangan, Korea Utara Membiakkan Angsa Hitam untuk Bahan Makanan

China dan Rusia ingin dewan yang beranggotakan 15 negara itu mencabut sanksi-sanksi itu "dengan maksud meningkatkan penghidupan penduduk sipil" di negara Asia yang terisolasi itu, menurut resolusi tersebut, melansir CNN pada Selasa (2/11/2021).

Korea Utara telah dikenakan sanksi PBB sejak 2006 atas program nuklir dan rudal balistiknya.

Rancangan resolusi juga mencakup langkah-langkah lain, yang pertama kali diusulkan oleh Rusia dan China hampir dua tahun lalu. Termasuk mencabut larangan warga Korea Utara bekerja di luar negeri, dan membebaskan proyek kerjasama kereta api dan jalan antar-Korea dari sanksi.

Beberapa diplomat PBB, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan rancangan resolusi yang diperbarui akan mendapat sedikit dukungan.

Pada 2019 Rusia dan China mengadakan dua putaran pembicaraan informal mengenai rancangan resolusi. Tetapi itu tidak pernah secara resmi diajukan untuk pemungutan suara.

Para diplomat mengatakan pada Senin (1/11/2021) bahwa China dan Rusia belum menjadwalkan pembicaraan apapun mengenai rancangan resolusi baru mereka.

Baca juga: Kim Jong Un Minta Rakyat Korea Utara yang Kelaparan Makan Sedikit hingga 2025

Sebuah resolusi Dewan Keamanan PBB membutuhkan sembilan suara yang mendukung dan tidak ada veto oleh Amerika Serikat (AS), Perancis, Inggris, Rusia atau China untuk disahkan.

Misi PBB Rusia dan China tidak segera menanggapi permintaan untuk mengomentari teks baru, yang menurut para diplomat diedarkan kepada anggota dewan pada Jumat (29/10/2021).

Halaman:

Video Pilihan

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengisi Suara Charlie Brown, Peter Robbins, Meninggal karena Bunuh Diri

Pengisi Suara Charlie Brown, Peter Robbins, Meninggal karena Bunuh Diri

Global
Sejarah Pemakaian Tisu Toilet, Mengapa di Beberapa Negara Lebih Dipilih Dibanding Air?

Sejarah Pemakaian Tisu Toilet, Mengapa di Beberapa Negara Lebih Dipilih Dibanding Air?

Global
Ada Angsa Duduk di Rel, Belasan Perjalanan Kereta London Sempat Tertunda

Ada Angsa Duduk di Rel, Belasan Perjalanan Kereta London Sempat Tertunda

Global
Mengenang Dua Tahun Kepergian Kobe Bryant

Mengenang Dua Tahun Kepergian Kobe Bryant

Global
Kisah CEO Tunanetra: Dulu Diremehkan Orang, Kini Perusahaannya Bernilai Nyaris Rp 1 Triliun

Kisah CEO Tunanetra: Dulu Diremehkan Orang, Kini Perusahaannya Bernilai Nyaris Rp 1 Triliun

Global
Viral, Video Detik-detik Longsor di Selangor, Memakan Badan Jalan hingga “Menelan” Sejumlah Mobil

Viral, Video Detik-detik Longsor di Selangor, Memakan Badan Jalan hingga “Menelan” Sejumlah Mobil

Global
Israel Selidiki Dugaan Korupsi Pembelian Kapal Selam dari Jerman

Israel Selidiki Dugaan Korupsi Pembelian Kapal Selam dari Jerman

Global
Kenapa Rusia-Ukraina Perang dan Apa yang Diincar Putin?

Kenapa Rusia-Ukraina Perang dan Apa yang Diincar Putin?

Internasional
Ukraina Teriak, Minta Komunitas Internasional Cegah Rusia Lancarkan Invasi

Ukraina Teriak, Minta Komunitas Internasional Cegah Rusia Lancarkan Invasi

Global
Finlandia Siagakan Militernya Setelah Ketegangan soal Ukraina Meningkat

Finlandia Siagakan Militernya Setelah Ketegangan soal Ukraina Meningkat

Global
Sekelompok Kasus Covid-19 Baru Ditemukan, China Lockdown Wilayah Dekat Desa Olimpiade

Sekelompok Kasus Covid-19 Baru Ditemukan, China Lockdown Wilayah Dekat Desa Olimpiade

Global
Emir Qatar akan Bertemu Joe Biden Pekan Depan, Bahas Keamanan dan Afghanistan

Emir Qatar akan Bertemu Joe Biden Pekan Depan, Bahas Keamanan dan Afghanistan

Global
Rekan Wartawan Terbunuh, Wartawan Meksiko Organisir Protes Nasional

Rekan Wartawan Terbunuh, Wartawan Meksiko Organisir Protes Nasional

Global
Gambar Kota-kota Mediterania Diselimuti Salju Tebal akibat Badai Elpida yang Langka dan Parah

Gambar Kota-kota Mediterania Diselimuti Salju Tebal akibat Badai Elpida yang Langka dan Parah

Global
Kemenlu Kanada Hadapi Serangan Siber, Intelijen Sebut Ada Keterlibatan Rusia

Kemenlu Kanada Hadapi Serangan Siber, Intelijen Sebut Ada Keterlibatan Rusia

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.