Derek Chauvin Naik Banding atas Hukuman 22 Tahun Penjara Usai Tewaskan George Floyd

Kompas.com - 24/09/2021, 16:21 WIB
Dalam foto yang dirilis Penjara Hennepin County pada 31 Mei 2020, nampak Derek Chauvin ketika diambil tampak depan dan samping. Mantan polisi Minneapolis itu dituding membunuh George Floyd, setelah videonya menindih leher pria kulit hitam berusia 46 tahun selama hampir sembilan menit viral di media sosial. AFP PHOTO/Hennepin County Jail/HANDOUTDalam foto yang dirilis Penjara Hennepin County pada 31 Mei 2020, nampak Derek Chauvin ketika diambil tampak depan dan samping. Mantan polisi Minneapolis itu dituding membunuh George Floyd, setelah videonya menindih leher pria kulit hitam berusia 46 tahun selama hampir sembilan menit viral di media sosial.

MINNEAPOLIS, KOMPAS.com - Derek Chauvin mantan polisi Minneapolis yang dipenjara 22 tahun setelah tindakannya menewaskan George Floyd, mengajukan banding pada Kamis (23/9/2021) di pengadilan distrik Minnesota.

Banding dilakukan Derek Chauvin pada hari terakhir batas waktu, dan dia mengajukan 14 keberatan atas persidangannya awal tahun ini, menurut laporan AFP.

Derek Chauvin menuduh hukum negara bagian melakukan pelanggaran yang merugikan, dan mencantumkan beberapa masalah dengan juri yang dipilih untuk persidangan, serta beberapa keberatan lainnya.

Baca juga: Terbukti Membunuh George Floyd, Derek Chauvin Dipenjara 22 Tahun

George Floyd tewas pada akhir Mei 2020 saat diringkus Derek Chauvin beserta tiga rekannya, karena dugaan menggunakan uang palsu ketika membeli rokok.

Saat ditangkap, leher George Floyd ditindih oleh lutut Derek Chauvin (45), polisi berkulit putih, selama hampir 10 menit sampai ia tak bisa bernapas.

Dalam rekaman video, tampak Derek Chauvin tidak menghiraukan erangan George Floyd yang sekarat dan permohonan warga di sekitar TKP.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Video itu direkam dan diunggah oleh seorang wanita muda, lalu dengan cepat menjadi viral ke seluruh dunia.

Baca juga: Perekam Video George Floyd Menangis di Sidang, Minta Maaf Tak Bisa Membantu

Ratusan ribu orang kemudian turun ke jalanan di seluruh Amerika Serikat dan luar negeri untuk menuntut diakhirinya rasisme serta kebrutalan polisi.

Juri membutuhkan waktu kurang dari 10 jam pada April untuk menghukum Derek Chauvin atas pembunuhan George Floyd di akhir persidangan tingkat tinggi.

Dia dinyatakan bersalah atas tiga tuduhan, termasuk pembunuhan tingkat dua dan tiga.

Sebanyak tiga polisi lainnya akan diadili tahun depan atas peran mereka dalam kematian George Floyd.

Derek Chauvin memiliki catatan penggunaan kekuatan berlebihan sebelum insiden tewasnya George Floyd yang tidak bersenjata.

Baca juga: Polisi Pembunuh George Floyd Sering Bermasalah, Ini Deretan Kasusnya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.