RUU Reformasi Polisi AS Usai Kematian George Floyd Gagal Disahkan

Kompas.com - 23/09/2021, 12:05 WIB
Tangkapan layar dari video yang memperlihatkan polisi meringkus George Floyd dari mobilnya pada 25 Mei 2020, di luar Cup Foods, Minneapolis, Amerika Serikat. Pada Rabu (31/3/2021) video bodycam polisi saat menangkap George Floyd diputar dalam sidang mengadili Derek Chauvin, salah satu polisi yang membunuhnya. TV PENGADILAN via APTangkapan layar dari video yang memperlihatkan polisi meringkus George Floyd dari mobilnya pada 25 Mei 2020, di luar Cup Foods, Minneapolis, Amerika Serikat. Pada Rabu (31/3/2021) video bodycam polisi saat menangkap George Floyd diputar dalam sidang mengadili Derek Chauvin, salah satu polisi yang membunuhnya.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Rancangan Undang-undang (RUU) reformasi kepolisian Amerika Serikat (AS), yang dicanangkan setelah kematian George Floyd, gagal disahkan.

Pengumuman itu disampaikan oleh anggota parlemen AS pada Rabu (22/9/2021), dan merupakan kemunduran bagi Presiden Joe Biden.

Kantor berita AFP mewartakan, Undang-Undang Keadilan dalam Pemolisian George Floyd telah disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat yang dikendalikan Demokrat pada Maret, tetapi kemudian terhenti di Senat.

Baca juga: Terbukti Membunuh George Floyd, Derek Chauvin Dipenjara 22 Tahun

Para senator Demokrat dan Republik berusaha untuk menuntaskan kompromi dan membawa RUU ke Senat untuk pemungutan suara, tetapi pada Rabu mereka berkata sudah menyerah.

Kegagalan negosiasi merupakan pukulan bagi Biden, yang terpilih tahun lalu dengan dukungan kuat orang Afrika-Amerika, dan berjanji untuk menjadikan reformasi kepolisian sebagai prioritas pemerintahannya.

Biden menuduh para anggota Republik menolak reformasi sederhana, sekaligus menolak mengambil tindakan atas masalah-masalah utama yang ingin ditangani oleh banyak penegak hukum.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya masih berharap untuk menandatangani undang-undang reformasi polisi yang komprehensif dan bermakna yang menghormati nama dan memori tentang George Floyd, karena kita membutuhkan undang-undang untuk memastikan perubahan yang langgeng dan bermakna," kata Biden dikutip dari AFP.

Biden berujar, Gedung Putih akan berkonsultasi dengan anggota Kongres, penegak hukum, kelompok hak-hak sipil, dan keluarga korban untuk"menentukan jalan selanjutnya, termasuk kemungkinan tindakan eksekutif.

Baca juga: Remaja Perekam Tewasnya George Floyd Dapat Penghargaan dari Pulitzer

Senator Demokrat Cory Booker terlibat dalam negosiasi berbulan-bulan dengan Senator Republik Tim Scott dalam upaya mencapai kesepakatan tentang UU Reformasi Polisi.

"Itu tetap di luar jangkauan sekarang," kata Booker. "Waktunya telah tiba untuk mengeksplorasi semua opsi lain untuk mencapai reformasi kepolisian yang bermakna dan masuk akal."

Halaman:

Sumber AFP
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.