Covid-19 Terkendali, Apakah India Sudah Masuk Tahap Akhir Pandemi?

Kompas.com - 23/09/2021, 11:48 WIB
Seorang pekerja kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 Covishield di Hyderabad, India, pada 17 September 2021. AP PHOTO/Mahesh Kumar ASeorang pekerja kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 Covishield di Hyderabad, India, pada 17 September 2021.

NEW DELHI, KOMPAS.com - Infeksi Covid-19 India terus menurun sehingga ahli epidemiologi dan virologi lebih optimistis bahwa sistem kesehatan India akan dapat mengelola beban kasus dengan lebih baik ke depan.

Dalam sebuah wawancara dengan media India pada akhir Agustus, kepala ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Soumya Swaminathan mengatakan, Covid-19 India sedang atau mendekati tahap endemik.

Baca juga: Tiga Ton Heroin dari Afghanistan Disita India setelah Taliban Berkuasa, Nilainya Puluhan Triliun

Pekan lalu, ketika melaporkan keadaan pandemi saat ini di India, Menteri Kesehatan India Rajesh Bhushan mengatakan, secara keseluruhan ada penurunan yang diamati di sebagian besar wilayah di negara itu.

Sebuah virus dianggap endemik ketika terbatas pada populasi tertentu dalam wilayah geografis, yang masih menyebabkan wabah tetapi dengan dampak yang dapat dikelola.

Penyebaran infeksi pada akhirnya akan stabil, di mana kehadirannya dalam populasi akan tetap ada, tetapi relatif rendah dan dapat diperkirakan.

Selain itu, jumlah orang yang membutuhkan rawat inap akan menurun dan kasus yang parah akan menjadi jarang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Rayakan Ulang Tahun PM Modi, India Suntikkan 20 Juta Vaksin Covid-19

Fluktuasi infeksi Covid-19

Swaminathan mengatakan kepada DW bahwa ketika India memasuki tahap endemik, akan ada "naik turun" infeksi di tingkat regional. Kemungkinan juga akan ada lonjakan lokal di daerah dengan cakupan vaksin yang rendah.

“Pada akhirnya negara-negara akan memasuki fase endemik, tetapi karena kita berada dalam pandemi, hal-hal dapat berubah secara tidak terduga,” katanya.

Kepala ilmuwan WHO itu menambahkan, pengambilan sampel darah massal di India telah menunjukkan seroprevalensi 65 persen untuk virus corona, yang merupakan indikasi tingkat antibodi dalam suatu populasi.

"Hal itu dikombinasikan dengan peningkatan cakupan vaksinasi yang harus memberikan perlindungan terhadap gelombang ketiga yang parah," kata Swaminathan.

Halaman:
Baca tentang
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Video Pilihan

Sumber DW
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Malala Kirim Surat ke Taliban, Desak Perempuan Boleh Sekolah Lagi

Malala Kirim Surat ke Taliban, Desak Perempuan Boleh Sekolah Lagi

Global
Ketika Perang Lawan Kartel Malah Buat Geng Kriminal Makin Subur di Meksiko

Ketika Perang Lawan Kartel Malah Buat Geng Kriminal Makin Subur di Meksiko

Global
Apple Hapus Aplikasi Al Quran Populer di China Setelah Diduga Berisi Teks Agama Ilegal

Apple Hapus Aplikasi Al Quran Populer di China Setelah Diduga Berisi Teks Agama Ilegal

Global
Min Aung Hlaing Salahkan Oposisi Setelah Dikeluarkan dari KTT ASEAN

Min Aung Hlaing Salahkan Oposisi Setelah Dikeluarkan dari KTT ASEAN

Global
Australia Keluarkan Sertifikat Vaksin Covid-19 untuk Perjalanan Internasional

Australia Keluarkan Sertifikat Vaksin Covid-19 untuk Perjalanan Internasional

Global
Dukung Pencegahan dan Respons Covid-19 Indonesia, AS dan UNICEF Tanda Tangani Kesepakatan Baru

Dukung Pencegahan dan Respons Covid-19 Indonesia, AS dan UNICEF Tanda Tangani Kesepakatan Baru

Global
Israel Siap Hadapi 2.000 Roket Sehari jika Perang Lawan Hezbollah

Israel Siap Hadapi 2.000 Roket Sehari jika Perang Lawan Hezbollah

Global
Cari Petugas Kebersihan untuk Istana, Ratu Elizabeth Tawarkan Gaji Puluhan Juta Rupiah Per Bulan

Cari Petugas Kebersihan untuk Istana, Ratu Elizabeth Tawarkan Gaji Puluhan Juta Rupiah Per Bulan

Global
Taliban Beri Sinyal Anak Perempuan Afghanistan Dapat Kembali ke Sekolah

Taliban Beri Sinyal Anak Perempuan Afghanistan Dapat Kembali ke Sekolah

Global
Ratusan Model Telanjang Dicat Putih di Laut Mati untuk Foto Wisata

Ratusan Model Telanjang Dicat Putih di Laut Mati untuk Foto Wisata

Global
Junta Myanmar Akan Bebaskan Lebih dari 5.000 Orang yang Dipenjara akibat Demo Kudeta

Junta Myanmar Akan Bebaskan Lebih dari 5.000 Orang yang Dipenjara akibat Demo Kudeta

Global
Mengenal Legenda Kitsune, Rubah dari Mitologi Jepang Kuno

Mengenal Legenda Kitsune, Rubah dari Mitologi Jepang Kuno

Internasional
Menakutkannya Rudal Hipersonik China Mampu Putari Dunia Sebelum Jatuh di Mana Saja

Menakutkannya Rudal Hipersonik China Mampu Putari Dunia Sebelum Jatuh di Mana Saja

Global
Berutang demi Makan Sehari-hari, Keluarga Miskin Afghanistan Dipaksa Korbankan Anak-anak

Berutang demi Makan Sehari-hari, Keluarga Miskin Afghanistan Dipaksa Korbankan Anak-anak

Global
Putus Asa Hilangkan Perut Buncit, Wanita Ini Kaget Ternyata Simpan Tumor Lebih dari 7 Kg

Putus Asa Hilangkan Perut Buncit, Wanita Ini Kaget Ternyata Simpan Tumor Lebih dari 7 Kg

Global

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.