Orang Terkaya di Lebanon Ditunjuk Jadi Perdana Menteri Baru Saat Negara Dilanda Krisis Parah

Kompas.com - 11/09/2021, 15:10 WIB
Faksi-faksi Lebanon membentuk pemerintahan baru pada hari Jumat, memecahkan 13- kebuntuan bulan yang melihat negara meluncur lebih dalam ke dalam kekacauan keuangan dan kemiskinan. AP PHOTO/DALATI NOHRAFaksi-faksi Lebanon membentuk pemerintahan baru pada hari Jumat, memecahkan 13- kebuntuan bulan yang melihat negara meluncur lebih dalam ke dalam kekacauan keuangan dan kemiskinan.

BEIRUT, KOMPAS.com - Pemerintah baru Lebanon akhirnya terbentuk di tengah krisis yang melanda negara itu, sekaligus mengakhiri kekosongan kekuasaan selama lebih dari setahun yang dimulai tak lama setelah ledakan pelabuhan Beirut Agustus 2020.

Najib Mikati, seorang miliarder yang telah dua kali menjabat sebagai perdana menteri, akan kembali memimpin kabinet menteri.

Dia akan memimpin Lebanon yang kini dilanda salah satu depresi ekonomi terburuk di dunia sejak pertengahan abad ke-19, menurut Bank Dunia.

Baca juga: Antre Berjam-jam demi Bahan Bakar, Warga Lebanon Ramai-ramai Shalat di Pom Bensin

“Mikati mengunjungi Presiden Lebanon Michel Aoun di Istana Kepresidenan Baabda di mana dia menandatangani dekrit untuk membentuk pemerintahan baru di hadapan Ketua Parlemen Nabih Berri,” kata Kepresidenan Lebanon melansir CNN pada Jumat (10/8/2021).

Berbicara kepada bangsa setelah pertemuan itu, Mikati mengatakan dia akan mencoba untuk "menghentikan keruntuhan negara."

"Situasinya sulit, sangat sulit," kata Mikati ketika suaranya tercekat dalam pidatonya yang emosional.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Namun bukan tidak mungkin jika kita bersatu ... prioritas kita adalah untuk meredakan penderitaan rakyat Lebanon" katanya.

Menurutnya, dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk membuka pintu dengan dunia Arab. Dia pun mengaku hari ini Lebanon membutuhkan bantuan dunia Arab.

Pemerintah baru termasuk George Qiradhi, yang sebelumnya menjadi pembawa acara televisi populer, "Who Wants to Be a Millionaire".

Baca juga: Tangki Bahan Bakar Ilegal Meledak di Lebanon, 28 Tewas 79 Luka-luka

Sementara menteri keuangan dipegang oleh tokoh kontroversial Yousuf Khalil. Khalil adalah direktur operasi keuangan di Bank Sentral Lebanon dan arsitek program keuangan yang berusaha menarik simpanan dengan menawarkan suku bunga tinggi.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.