Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

China Mulai Perangi Artis Miliarder, Beri Label “Tumor Sosial” hingga Dihapus dari Internet

Kompas.com - 01/09/2021, 19:48 WIB
Bernadette Aderi Puspaningrum

Penulis

Sumber Daily Mail

Pada Senin (30/8/2021), komite disiplin tertinggi Partai Komunis China mendengar bukti bahwa “kapitalisme sedang berusaha ‘memanipulasi’ kaum muda, menjarah keuntungan ekonomi dan bahkan memengaruhi pemikiran dan budaya masyarakat.”

“Jika kapitalisme dibiarkan berkembang tanpa kendali di ranah budaya, seni dan budaya, (maka) fungsinya untuk melayani rakyat dan melayani sosialisme akan hilang, dan bangsa China akan kehilangan rumah spiritualnya,” ujar Jiang Yu, seorang peneliti untuk Pusat Penelitian Pengembangan Dewan Negara kepada komisi itu.

Baca juga: Resolusi Dewan Keamanan PBB Soal Afghanistan, China dan Rusia Abstain

Revolusi kebudayaan baru

Pergeseran dramatis oleh Beijing, yang siap menghapus miliaran dari ekonominya sendiri, telah menimbulkan kekhawatiran adanya “Revolusi Kebudayaan” baru, satu dekade kekacauan politik 1966-1976 di bawah Mao Zedong.

Kampanye itu dilakukan untuk membersihkan elemen kapitalis atau 'borjuis' dari dalam partai, sekolah, pabrik, dan lembaga pemerintah, hingga memperkuat kekuasaannya.

Tidak jelas persisnya berapa banyak orang yang terbunuh selama pembersihan tersebut, dengan perkiraan mulai dari 400.000 hingga 20 juta orang menurut laporan Daily Mail.

Cai Xia, mantan profesor di Sekolah Partai Pusat dan sekarang pengkritik keras Presiden Xi, mengatakan kepada Radio Free Asia bahwa dia melihat pengulangan masa 1960-an.

“Partai pasti akan meluncurkan gerakan politik ketika berada dalam krisis,” katanya.

Wang Dan, mantan pemimpin mahasiswa gerakan Tiananmen pro-demokrasi 1989, mengatakan Partai Komunis China ingin “mengubah orang dengan cara yang menyentuh jiwa dan mengobarkan revolusi di bidang budaya”.

Tetapi Wang mempertanyakan apakah itu mungkin di abad ke-21.

“Di China saat ini, berapa banyak orang yang benar-benar mengagumi dan mengikuti Xi Jinping?”, tulis Wang.

Baca juga: Menlu China kepada AS: Dunia Harus Membimbing Taliban Secara Positif

Selain tindakan kerasnya terhadap dunia teknologi dan selebriti, Beijing telah melarang les privat dan memerintahkan sekolah umum untuk memperbaikinya.

Pada Rabu (1/9/2021), pemerintah China berjanji menstabilkan harga rumah dan membuat rumah terjangkau bagi kaum muda.

Kebijakan ini adalah bagian dari tujuan Xi untuk “kemakmuran bersama”, yang dapat dicapai dalam negara yang lebih sosialis.

“Transformasi ini akan menyapu bersih semua debu. Pasar modal tidak akan menjadi surga di mana kapitalis menjadi kaya dalam semalam, pasar budaya tidak akan menjadi surga selebriti banci dan opini publik tidak akan memuja budaya barat,” ujar Li, dalam kolom nasionalisnya yang diterbitkan secara luas minggu ini.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Sumber Daily Mail
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com