Kompas.com - 25/08/2021, 22:36 WIB

AHMEDABAD, KOMPAS.com - Seorang pria di India tewas karena menggunakan perekat sebagai pengganti kondom saat berhubungan seks.

Semua berawal ketika Salman Mirza, warga Fatehwadi, Ahmedabad, check-in di hotel bersama mantan tunangannya pada 22 Juni.

Baca juga: Ada yang Berhubungan Seks saat Rapat Zoom, Peserta Konferensi Guru Berteriak

Sesampainya di hotel, pasangan yang diketahui merupakan pencandu itu sempat mengonsumsi narkoba dan memutuskan untuk bercinta.

Di tengah bermesraan itu, si mantan tunangan melapisi alat kelamin Salman dengan perekat karena mereka tidak punya kondom.

Setelah selesai berhubungan seks, pria berusia 25 tahun itu ditemukan tidak sadar keesokan harinya oleh salah satu kenalannya.

Sempat dibawa ke rumah, kondisi Salman memburuk sehingga dia harus dilarikan ke Rumah Sakit Sipil Sola, tetapi tewas dalam perawatan.

"Karena mereka tidak punya pelindung, mereka memakai perekat untuk mencegah kehamilan," ungkap sumber kepolisian, seperti dikutip Times of India.

Diwartakan India.com, Rabu (25/8/2021), rupanya zat perekat tersebut memasuki organ Salman, sehingga dia meninggal karena kerusakan organ dalam.

Kasus kematian tidak wajar dibuat setelah kerabat Salman, Sayrabanu Mirza, melayangkan laporan ke polisi setempat.

Diketahui Salman merupakan tulang punggung bagi keluarganya, yang berisi orangtuanya yang sudah lanjut serta dua saudaranya.

Baca juga: Lupa Matikan Kamera, Mahasiswa Ini Terekam Berhubungan Seks saat Kelas Online

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber india.com

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Khawatir China, AS Tingkatkan Kehadiran Militer di Australia, Undang Jepang

Khawatir China, AS Tingkatkan Kehadiran Militer di Australia, Undang Jepang

Global
Wakil Presiden Argentina Dihukum 6 Tahun Penjara atas Kasus Korupsi Rp 1 Triliun

Wakil Presiden Argentina Dihukum 6 Tahun Penjara atas Kasus Korupsi Rp 1 Triliun

Global
Lapangan Udara Ketiga Rusia Diserang, Ukraina Disebut Tunjukkan Kemampuan Serangan di Dalam Rusia

Lapangan Udara Ketiga Rusia Diserang, Ukraina Disebut Tunjukkan Kemampuan Serangan di Dalam Rusia

Global
Dunia Arab Gembira Maroko Lolos Perempat Final Piala Dunia, Pemimpin Qatar hingga Ulama Syiah Sampaikan Selamat

Dunia Arab Gembira Maroko Lolos Perempat Final Piala Dunia, Pemimpin Qatar hingga Ulama Syiah Sampaikan Selamat

Global
Perusahaan Trump Dinyatakan Bersalah atas Kejahatan Perpajakan, Didenda Rp 25 Miliar dan Terancam Sulit Ajukan Pinjaman

Perusahaan Trump Dinyatakan Bersalah atas Kejahatan Perpajakan, Didenda Rp 25 Miliar dan Terancam Sulit Ajukan Pinjaman

Global
Harga Minyak Rusia Dibatasi Barat, Moskwa Pertimbangkan 3 Respons

Harga Minyak Rusia Dibatasi Barat, Moskwa Pertimbangkan 3 Respons

Global
Xi Jinping Tiba di Arab Saudi, Akan Bertemu Raja Salman dan Pangeran MBS

Xi Jinping Tiba di Arab Saudi, Akan Bertemu Raja Salman dan Pangeran MBS

Global
Thailand Diguncang Bom, 3 Orang Tewas

Thailand Diguncang Bom, 3 Orang Tewas

Global
RKUHP Disahkan, Wisatawan Asing Khawatir, Bagaiman Nasib Pariwisata Indonesia?

RKUHP Disahkan, Wisatawan Asing Khawatir, Bagaiman Nasib Pariwisata Indonesia?

Global
San Francisco Berubah Pikiran soal Rencana Pengerahan Robot Pembunuh

San Francisco Berubah Pikiran soal Rencana Pengerahan Robot Pembunuh

Global
Setelah Hampir 3 Bulan Iran Dilanda Demo, Khamenei Serukan Perombakan Sistem Budaya

Setelah Hampir 3 Bulan Iran Dilanda Demo, Khamenei Serukan Perombakan Sistem Budaya

Global
AS dan Australia Undang Jepang untuk Tingkatkan Rotasi Pasukan

AS dan Australia Undang Jepang untuk Tingkatkan Rotasi Pasukan

Global
AS Tak Lihat Perubahan Perlakuan Iran terhadap Perempuan Setelah Kabar Polisi Moral Dibubarkan

AS Tak Lihat Perubahan Perlakuan Iran terhadap Perempuan Setelah Kabar Polisi Moral Dibubarkan

Global
Rangkuman Hari Ke-286 Serangan Rusia ke Ukraina: AS Klaim Tak Dorong Ukraina Serang Rusia, India Dikecam karena Beli Minyak Rusia

Rangkuman Hari Ke-286 Serangan Rusia ke Ukraina: AS Klaim Tak Dorong Ukraina Serang Rusia, India Dikecam karena Beli Minyak Rusia

Global
200 WNI Pemetik Buah di Inggris Akhirnya Dipulangkan, Sebagian Belum Tutup Utang dan Harus Gadaikan Rumah

200 WNI Pemetik Buah di Inggris Akhirnya Dipulangkan, Sebagian Belum Tutup Utang dan Harus Gadaikan Rumah

Global
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.