Kompas.com - 22/08/2021, 15:22 WIB
Peta yang menunjukkan negara-negara bagian dari Konvensi Jenewa dan protokol tambahannya. britannica.comPeta yang menunjukkan negara-negara bagian dari Konvensi Jenewa dan protokol tambahannya.

KOMPAS.com - Konvensi Jenewa merupakan rangkaian pertemuan diplomatik internasional yang menghasilkan sejumlah kesepakatan, khususnya Hukum Humaniter Konflik Bersenjata.

Konvensi ini disepakati untuk pertama kali pada 22 Agustus 1864.

Mencakup beberapa hukum internasional untuk perlakuan manusia terhadap personel militer yang terluka atau tertangkap, personel medis, dan warga sipil non-militer selama perang atau konflik bersenjata.

Baca juga: 22 Agustus: Konvensi Jenewa Pertama

Dilansir History, meski perjanjian tersebut berasal dari tahun 1864, tapi lantas diperbaharui secara signifikan pada tahun 1949 setelah Perang Dunia II.

Sejarah awalnya dimulai pada 1859. Pengusaha Genevan Henry Dunant, pergi ke markas Kaisar Napoleon III di Italia untuk mencari hak atas tanah dalam usaha bisnisnya.

Dalam perjalanannya, dirinya ternyata menjadi saksi Pertempuran Solferino, yakni pertempuran berdarah dalam Perang Kemerdekaan Italia Kedua.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dunant melihat hal-hal yang mengerikan dan menuliskannya pada sebuah catatan yang disebut "A Memory of Solferino" pada 1962.

Akhirnya, dirinya mengusulkan solusi bahwa semua negara bersatu membentuk kelompok sukarelawan yang terlatih untuk merawat korban luka di medan perang.

Selain itu dirinya menawarkan bantuan kemanusiaanpada mereka yang terkena dampak perang.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Lahirnya Palang Merah 22 Agustus 1864

Pada 22 Agustus 1864, lahir sebuah aturan yang kini menjadi acuan internasional terkait perang dan HAM, yang dinamai Konvensi Pemulihan Para Korban Perang atau juga disebut Konvensi Jenewa.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.